VIRAL – Maki Mensos RI Tri Rismaharani, Bupati Alor Panen Azab: PDIP Perintah Tarik Dukungan Politik

Advertisements

“Saya perlu tegaskan. Dalam video tersebut saya memarahi dua staf dari Kemensos RI. Bukan saya marah kepada petugas partai. Harus bisa dibedakan dan ditempatkan persoalan ini secara proporsional,” tukas Amon Djobo kecewa.

KUPANG, HALAMANSEMBILAN.COM – Drs. Amon Djobo, Bupati Alor di Nusa Tenggara Timur (NTT) kini mulai memanen azab dan sengsara. Ia dibully habis-habisan oleh warganet dan simpatisan Menteri Sosial (Mensos) RI, Tri Rismaharani.

Mereka menyebut Amon Djobo sebagai pemimpin yang emosional, lebih cepat omong dari pada berpikir.

“Orangtua bilang ikan busuk itu berawal dari mulut ke kepala lalu seluruh badan. Makanya mikir dulu baru omong,” tulis warganet, menanggapi pemberitaan video viral, Amon Djobo menghina Mensos Risma dengan sebutan: Menteri Paling Bodoh.

Warganet lain menyebutkan Amon Djobo sebagai pemimpin dengan kepribadian yang tidak menarik, sumbu pendek alias gampang emosional.

BACA BERITA TERKAIT: VIRALBupati di NTT Ini Murka dan Maki Mensos Risma dengan Sebutan Menteri Paling Bodoh

“Tahun lalu maki perwira TNI bilang bodoh dan ancam mau tembak mati. Masak pengalaman itu tidak dijadikan pelajaran berharga? Keledai yang dungu saja tidak jatuh dalam lubang sampai dua kali,” kritik warganet lainnya.

Berikutnya, DPP PDIP di Jakarta pun tidak tinggal diam, melihat Risma dihina habis-habisan.

Para petinggi partai berlambang kepala banteng mulut putih itu sudah memerintahkan DPC PDIP Kabupaten Alor untuk menarik dukungan terhadap Amon Djobo.

Hal itu dibuktikan dengan terbitnya surat bernomor: 2922/IN/DPP/PDIP/2021 tertanggal 2 Juni 2021 dengan perihal: Pencabutan Rekomendasi dan Dukungan kepada Bupati Alor.

Surat itu ditandatangan oleh Ketua DPP PDIP Komarudin Watubun dan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto.

Menanggapi surat tersebut, Amon Djobo yang dihubungi via telepon genggam, mengatakan sampai Jumat (4/6/2021) ia belum menerima surat dimaksud.

Jika surat itu benar adanya, lanjut Djobo, ia menilai tidak elok dan sangat gegabah jika masalah pemerintahan daerah sudah digiring masuk ke masalah politik.

“Saya perlu tegaskan. Dalam video tersebut saya memarahi dua staf dari Kemensos RI. Bukan saya marah kepada petugas partai. Harus bisa dibedakan dan ditempatkan persoalan ini secara proporsional,” tukas Amon Djobo kecewa.

Sebelumnya diberitakan, Drs. Amon Djobo, Bupati Alor di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), sangat murka dan memaki Menteri Sosial (Mensos) RI, Tri Rismaharani dengan sebutan menteri paling bodoh.

Fakta ini terungkap setelah beredar sebuah video dalam pekan ini, Bupati Alor naik pitam dan memaki Mensos Tri Rismaharani. Video berdurasi 3 menit lebih itu kemudian menjadi viral di medsos.

Belum diketahui kenapa video ini baru viral di bulan Juni 2021. Padahal peristiwa caci maki itu terjadi pada bulan April 2021 lalu.

Peristiwa naas itu terjadi saat dua anak buah Mensos RI, melakukan koordinasi dengan Pemkab Alor dalam upaya mendistribusikan bantuan kemanusiaan akibat dihantam Badai Seroja.

Bupati Alor marah setelah mendapat informasi, Ketua DPRD Alor, Ny. Eny Anggrek, membagikan bantuan sosial kepada warga terdampak bencana Badai Seroja.

Menurut Bupati Alor, mestinya itu dikoordinasikan dengan Pemkab Alor. Dan bukan urusan lembaga DPRD Alor.

“Pola bantuan dari pusat ke daerah harus melalui pemerintah daerah. Yang urus orang pemerintah daerah, bukan lembaga legislatif DPRD. Menteri apa begitu? Menteri paling bodoh itu,” sergah Bupati Alor, Amon Djobo, kepada dua anak buah Mensos RI. (k-1)

Editor: Ade

Advertisements

Advertisements

Advertisements