VIRAL – Begini Hak Jawab dan Bantahan Lengkap Ibu Kades Yang Diduga Gelar Pesta Minum Bir di Kantor Desanya

Advertisements

“Karena fakta-fakta dalam peristiwa ini diberitakan secara tidak lengkap, sehingga saya dan perangkat desa merasa kurang nyaman. Oleh karena itu saya mohon agar dalam kesempatan pertama hak jawab saya ini diturunkan dalam pemberitaan redaksi agar berita menjadi seimbang,” tulis Ny. Yuniart Zebua.

Ilustrasi minum bir

GUNUNG SITOLI, HALAMANSEMBILAN.COM – Ny. Yuniart Zebua, Ibu Kepala Desa Hiliwaroka, Kecamatan Balowata, Kabupaten Nias, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengaku merasa tidak nyaman atas pemberitaan beberapa media online sejak awal bulan Juni 2021 lalu.

Pasalnya ada beberapa fakta dalam pemberitaan wartawan dianggap kurang lengkap. Dan ada juga beberapa fakta yang ditulis dianggap berlebihan.

Karena itu Ny. Yuniart Zebra memberikan bantahan, meluruskan sekaligus melengkapi pemberitaan sebelumnya tentang sejumlah fakta yang dianggapnya kurang lengkap.

Berikut bantahan dan hak jawabnya, sebagaimana dikutip dari suara bhayangkara.com:

Pertama, pada tanggal 31 Mei 2021 setelah siap apel pagi, saya berkumpul bersama perangkat desa saya di Gedung Sanggar Seni Budaya Desa Hiliwarokha.

Tujuannya untuk membenahi perangkat desa saya. Di mana pada hari itu ada perangkat desa yang saya tugaskan ke kantor camat untuk pengurusan pajak. Sekaligus untuk membenahi perangkat desa yang akan bertugas untuk menyuarakan Program SDGS.

Kedua, siang harinya di jam istrahat, saya menyiapkan sekedar makan siang untuk perangkat desa saya.

Dan saat makan siang kami juga memutar musik melalui Hp masing-masing. Setelah makan siang, saya menyanyikan sebuah lagu sambil berdiri dan melakukan siaran langsung melalui akun Facebook.

Dan itu bukan di kantor desa seperti yang di beritakan di beberapa media online. Tetapi itu adalah di Gedung Sanggar Seni Budaya Desa hiliwarokha. Dan itu juga pada saat jam istrahat.

BACA BERITA TERKAIT: VIRAL – Habis Cairkan Dana Desa, Ibu Kades dan Staf Pesta Miras dan Goyang Tiktok di Kantor Desa

Ketiga, setelah bernyanyi saya pergi ke rumah sebentar. Kemudian saya kembali lagi ke Gedung Sanggar Seni Budaya.

Ternyata di sana, perangkat desa saya telah membeli beberapa botol bir (minuman beralkohol) yang sudah mereka siapkan di atas meja bahkan sebagian sudah di buka.

Saya merasa kaget dan bertanya kepada mereka, ini ada apa.? Mereka jawab, hari ini ulang tahun ibu kades dan anak ibu kades maka kami sebagai perangkat desa turut berbahagia dan kami merayakannya.

Lalu saya bilang sama mereka, di ruangan ini kita tidak boleh melaksanakan kegiatan perayaan seperti itu. Apa lagi ada minuman bir.

Kemudian saya meminta mereka supaya malam hari datang ke rumah untuk merayakan ulang tahun saya bersama anak saya sambil membawa minuman tersebut.

Sehingga pada malam itu terjadilah acara kecil-kecilan di rumah saya dalam rangka peringatan ulang tahun saya dan anak saya.

“Karena fakta-fakta dalam peristiwa ini diberitakan secara tidak lengkap, sehingga saya dan perangkat desa merasa kurang nyaman. Oleh karena itu saya mohon agar dalam kesempatan pertama hak jawab saya ini diturunkan dalam pemberitaan redaksi agar berita menjadi seimbang,” tulis Ny. Yuniart Zebua.

Hal ini menurutnya, telah diatur dalam UU PERS No.40 Tahun 1999. Bahwa hak jawab adalah hak seseorang atau sekelompok orang untuk memberi tanggapan atau sanggahan terhadap pemberitaan berupa fakta yang merugikan nama baiknya.

Peraturan tentang hak jawab ini telah di muat Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dalam Pasal 1, Pasal 5, Pasal 11, dan pasal 15. (*/k-1)

Editor: Ade

Advertisements

Advertisements