Viktor Laiskodat Bermimpi Jadikan Pulau Semau Sebagai Rumahnya Seniman dan Artis Musik

Advertisements

“Tidak ada yang salah dengan mimpi. Apalagi mimpi untuk kebangkitan NTT. Ya, NTT Bangkit,” tandas Laiskodat.

Sambutan Gubernur NTT Viktor B Laiskodat dalam Rakor Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA), di Hotel Aston Kupang, Kamis (16/9/2021). Dalam kesempatan ini Laiskodat menyampaikan tiga mimpinya tentang membangun NTT.

KUPANG, HALAMANSEMBILAN.COM – Gubernur NTT, Viktor B Laiskodat bermimpi akan menyulap Pulau Semau sebagai ikon pariwisata, seni serta budaya. Pulau Semau kelak jadi ‘rumahnya’ para artis dan seniman musik.

Ia juga bermimpi kelak akan ada pihak lain yang membangun kereta api cepat dari Kota Kupang tembus hingga ke Kota Dili, Timor Leste.

Sebab menurut Laiskodat, tanah dan tata ruang wilayah di Pulau Timor dan Pulau Semau memungkinkan.

Mimpi Laikodat itu disampaikan ketika berbicara dalam kapasitas sebagai Ketua Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA), saat digelar Rakor GTRA, di Hotel Aston Kupang, Kamis (16/9/2021).

“Tidak ada yang salah dengan mimpi. Apalagi mimpi untuk kebangkitan NTT. Ya, NTT Bangkit,” tandasnya.

Menurut Laiskodat, kita di NTT kita harus jual mimpi atau jual visi. Jalan tanpa visi atau harapan berarti sama dengan mati.

Dalam bagian lain sambutannya, Laiskodat menegaskan tata ruang dan tanah di NTT sangat unik serta punya kelebihan luar biasa. Dan itu adalah potensi yang bisa dimanfaatkan untuk merealisasikan mimpinya, yaitu mimpi mensejahterakan rakyat NTT.

“Saya juga bermimpi kelak punya Bank Tanah. Dari situ akan diperoleh data tentang tanah dan pemanfaatan ruang bagi pembangunan di NTT,” tandasnya.

Laiskodat mengaku sedang dikritik dan dikecam habis-habisan karena kasus kerumunan dan pesta musik di Pulau Semau beberapa waktu lalu. Tapi itu tidak menyurutnya untuk terus bermimpi.

Menanggapi kritikan itu, Laiskodat mengutip firman Tuhan dalam Kitab Suci. “Bapa ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat,” tukasnya.

Malah ia bermimpi akan jadikan Pulau Semau sebagai “rumahnya” para artis dan seniman musik. Mereka boleh gelar pagelaran dan konser musik di Pulau Semau.

Sebab menurutnya, tata ruang Pulau Semau punya potensi itu. Yakni potensi pengembangan pariwisata, seni dan budaya, baik yang tradisional maupun seni kontemporer dan moderen.

“Akan ada artis dan seniman hebat yang gelar konser di Pulau Semau. Itu mimpi saya,” tukasnya.

Dalam kesempatan rakor GTRA di Hotel Aston, Gubernur Laiskodat juga menyaksikan Wabup Kupang, Jerry Manafe menyerahkan sertifikat tanah objek reforma agraria (TORA) sebanyak 350 bidang tanah yang diwakilkan kepada 10 orang perwakilan dari Desa Naikean, Kecamatan Semau Selatan. (k-1)

Editor: Ade

Advertisements

Advertisements