TONTON VIDEO: Bupati TTU Nyaris Adu Jotos Dengan Anggota DPRD

Advertisements

Menurut Afa sikap pemerintah ‘mempermainkan’ anggaran seenak perut itu sangat menyalahi aturan tentang keuangan daerah. Dan berpotensi terjadi penyalahgunaan keuangan daerah.

Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt.

KEFAMENANU, HALAMANSEMBILAN.COM – Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Raymundus Sau Fernandes, S.Pt, nyaris terlibat ‘baku tumbuk’ (adu jotos) dengan anggota DPRD TTU bernama Fabianus One Alisiono alias Afa dari Fraksi Partai Gerindra, di Gedung DPRD Kabupaten TTU, Senin (4/11/2019) siang.

Peristiwa yang menghebohkan itu terjadi di ruang sidang utama, dalam acara Sidang Paripurna III DPRD TTU Tahun 2019 dengan agenda pembahasan Rancangan APBD Kabupaten TTU Tahun Anggaran 2020.

Informasi yang diperoleh wartawan di Kefamenanu, Senin siang, menyebutkan kasus itu berawal dari sikap kritis Afa yang mempertanyakan soal perbedaan anggaran yang ada di dalam RAPBD yang diajukan oleh pemerintah.

“Kok keputusan sidang Banggar menyebutkan angka lain. Tapi kenapa pemerintah memasukkan lagi angka lain?,” tanya Afa.

Menurut Afa sikap pemerintah ‘mempermainkan’ anggaran seenak perut itu sangat menyalahi aturan tentang keuangan daerah. Dan berpotensi terjadi penyalahgunaan keuangan daerah.

BACA JUGA: Heboh! Diduga Ada Sulap-Menyulap Anggaran Dalam KUA-PPAS APBD 2020

Seharusnya, kata Afa, RAPBD itu harus berdasarkan KUA PPAS.

“Kalau diperiksa jaksa atau KPK, siapa yang bertanggungjawab,” jelas Afa ketika ditanya terpisah tentang alasan sikap kritisnya itu.

Namun menurut Bupati Fernandes, dasar penyusunan KUA PPAS adalah RKPD yang ditetapkan pemerintah daerah. Jika dalam pembahasan KUA PPAS terjadi pendropingan atau pencoretan angka tetapi usulan itu ada dalam RKPD, maka wajib bagi pemerintah untuk memasukkan kembali angka itu.

Menanggapi penjelasan Bupati Fernandes, anggota DPRD dari Fraksi PDIP, Frengky Saunoah, S.E, meminta Fernandes menunjukkan dasar aturan yang membolehkan pemerintah memasukkan angka lain sebagaimana diusulkan dalam RKPD. Padahal Banggar sudah mencoret dan tidak setuju angka tersebut.

Saling melempar argumentasi bergeser jadi debat kusir yang tidak bisa dikendalikan dan semakin memanas. Lalu Ketua DPRD Kabupaten TTU, Hendrikus Bana, menskorsing sidang.

Saat jeda sidang itulah, entah siapa yang memulai terjadi keributan antara Afa dan Bupati Fernandes. Kedua orang itu langsung dilerai oleh anggota Dewan dan anggota Pol PP yang berada di di ruang sidang utama. (jude)

Editor: Jude Lorenzo Taolin

Advertisements

Advertisements