Tidak Tahan Rasa Sakit Digantung dan Disetrum, NB Terpaksa Mengaku Curi Cincin

Advertisements

“Setelah mengaku, maka tali ikatan dibuka oleh para tersangka. Saat itu juga korban melarikan diri dan bersembunyi di sebuah sumur. Hingga kemudian ditemukan oleh ibu kandungnya. Korban dan ibu kandungnya langsung melaporkan penyiksaan dan main hakim sendiri itu ke Polsek Kobalima,” jelas Kapolres Belu, AKBP Christian Tobing, S.Ik melalui Kasatreskrim AKP Sepuh Ade Irsyam Siregar, S.Ik, SH, MH, saat jumpa pers di Markas Polres Belu, Rabu (30/10/2019) siang.

Tujuh tersangka persekusi anak perempuan diperlihatkan kepada para wartawan dalam jumpa pers di Mapolres Belu, Rabu (30/10/2019) siang. Foto: Istimewa

ATAMBUA, HALAMANSEMBILAN.COM – NB (16), terpaksa mengaku mencuri cincin milik tetangganya. Padahal sebenarnya ia tidak mencuri. Sebab ia mengaku tidak mampu menahan rasa sakit akibat dipersekusi selama 12 jam. Apalagi disetrum dan digantung pada seutas tali.

“Setelah mengaku, maka tali ikatan dibuka oleh para tersangka. Saat itu juga korban melarikan diri dan bersembunyi di sebuah sumur. Hingga kemudian ditemukan oleh ibu kandungnya. Korban dan ibu kandungnya langsung melaporkan penyiksaan dan main hakim sendiri itu ke Polsek Kobalima,” jelas Kapolres Belu, AKBP Christian Tobing, S.Ik melalui Kasatreskrim AKP Sepuh Ade Irsyam Siregar, S.Ik, SH, MH, saat jumpa pers di Markas Polres Belu, Rabu (30/10/2019) siang.

Kasus persekusi yang menghebohkan itu, diam-diam direkam pakai telepon genggam oleh salah satu kerabat korban. Ada 10 lembar foto dan satu video berdurasi 26 detik, yang kemudian diunggah ke Facebook oleh akun bernama Phutra Mountain. Postingan itu kemudian menjadi viral.

BACA JUGA: VIRAL! Video dan Foto Anak Perempuan 16 Tahun di NTT Disiksa Selama 12 Jam

BACA JUGA: Setrum dan Gantung Anak Perempuan: Enam Orang Ditangkap, Kades Kabur ke Timor Leste

BACA JUGA: Kades Yang Gantung Anak Bawah Umur, Dibekuk di Pos Lintas Batas Negara RI – Timor Leste

Setelah dilaporkan ke polisi, lanjut AKP Siregar, polisi menangkap tujuh orang terduga pelaku persekusi, yaitu Margaretha Hoar, Hendrikus Kasa, Marselinus Ulu, Dominikus Berek, Benediktus Bau, Eduardus Roman dan terakhir Paulus Lau yang menjabat Kades Babulu Selatan.

Para pelaku, lanjutnya, dijerat dengan pasal 80 ayat 1, jo pasal 76 c, UU 35 Tahun 2014, tentang perubahan atas UU 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, jo pasal 170 ayat 1 dan ayat dua ke 1e KUHP.

“Para tersangka terancaman 10 tahun penjara,” kata AKP Siregar.

Tindak pidana kekerasan terhadap anak (persekusi) tersebut, papar AKP Siregar, terjadi pada hari Kamis (17/10/2019) sekitar pukul 11.30 WITA di teras Posyandu di Dusun Beitahu, Desa Babulu Selatan, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka.

Sebelumnya diberitakan, jagat maya di Nusa Tenggara Timur (NTT) dikejutkan dengan beredarnya video dan foto persekusi dan penganiayaan terhadap seorang anak perempuan berusia 16 tahun. Korban dipaksa mengaku telah mencuri sebuah cincin emas. Karena menolak mengaku telah mencuri, korban dianiaya, disetrum dan digantung pada seutas tali nilon selama 12 jam. (jude)

Editor: Jude Lorenzo Taolin

Advertisements

Advertisements