TERUNGKAP! Ada Korlap Perekrut Guru Teko 24 Kecamatan di TTU

Advertisements

#Guru Tenaga Kontrak Diangkat Asal Dukung Caleg Tertentu

“Memang benar. Ada korlap-korlap di tiap kecamatan. Itu dibentuk atas arahan dan petunjuk Bupati TTU. Daftar nama korlap dan guru teko yang direkrutnya, ada dalam laptop milik Willy Meku,” jelas Yosef Alfridus Abi, Jumat (26/6/2020).

KEFAMENANU, HALAMANSEMBILAN.COM – Tim Kejaksaan Negeri Kefamenanu kembali menemukan fakta baru penyimpangan dalam proses pengangkatan 1.187 guru PTT atau guru tenaga kontrak (Teko) Tahun 2018 dan 2019 di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) terus berjalan.

Fakta baru itu adalah ada arahan dan petunjuk dari Bupati TTU, RSF, S.Pt, untuk membentuk koordinator lapangan (korlap) pada 24 kecamatan seluruh Timor Tengah Utara (TTU).

“Memang benar. Ada korlap-korlap di tiap kecamatan. Itu dibentuk atas arahan dan petunjuk Bupati TTU. Daftar nama korlap dan guru teko yang direkrutnya, ada dalam laptop milik Willy Meku,” jelas Yosef Alfridus Abi, Jumat (26/6/2020).

Yosef Alfridus Abi adalah mantan Ketua Tim Relawan dari Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nae Soi dalam Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur NTT Tahun 2018 lalu di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Dalam keterangannya kepada Tim penyidik, Abi mengaku ditugaskan khusus Bupati TTU, RSF, S.Pt untuk merekrut guru PTT atau guru tenaga kontrak (teko) di Kabupaten TTU. Kemudian meminta semua guru PTT mendukung caleg Partai Nasdem, atas nama Ny. KM (DPRD RI) dan DK (DPRD NTT).

Calon guru PTT atau guru teko yang direkrut diantaranya dari tingkat PAUD, SD dan SMP.

Tugas yang diperintahkan Bupati Fernandes dijalankannya selama dua tahun, yaitu tahun 2018 dan tahun 2019.

Berkas-berkas terkait usulan menjadi guru PTT atau guru tenaga kontrak diantar ke Sekretariat Tim Relawan dan diterima, Wili Meku sebagai Kepala Kesekretariatan Tim Relawan RSF saat itu, dibantu Marsi Oeleu.

Pengakuan Alfridus, dibuktikan temuan wartawan di beberapa kecamatan dalam wilayah Kabupaten TTU. Bahwa, dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 lalu, terdapat sekelompok pemuda anggota Tim Relawan bentukan RSF yang dikerahkan masuk ke kecamatan-kecamatan untuk perekrutan tenaga kontrak.

Salah satu korlap membenarkan Sekretariat Tim Relawan dipakai untuk menerima berkas calon tenaga kontrak yang direkrut pada masa Pileg.

“Saya korlap di salah satu kecamatan. Dan di tingkat kecamatan, ada pengurus lengkapnya, garis komandonya jelas. Tidak ada yang berani melawan, kalau melawan, salah-salah istri, keluarga kami yang PNS dimutasi ke desa terpencil,” katanya.

“Semua teko dan keluarga mereka diintimidasi untuk wajib pilih caleg tertentu,” tambah Korlap lainnya.

Mantan Sekretaris Relawan RSF untuk Victory – Joss, Benyamin Kefi, turut mengakui penyimpangan pengangkatan PTT.

“Waktu itu, ada dua segmen pergerakan. Pertama, pengendalian dan pergerakan lapangan, yang kedua bagian administrasi. Kesekretariatan dikepalai Wili Meku. Dia yang menerima berkas itu, dibantu Marsi Oeleu sebagai adminnya. Semua berkas yang masuk dari berbagai kecamatan diverifikasi di Sekretariat Tim Relawan. Kemudian bersama-sama diantar ke rumah jabatan bupati”, terang Benyamin Kefi.

Sebelumnya Penjabat Sekda TTU, Fransiskus Tilis, menegaskan tidak ada praktik penyimpangan dalam pengangkatan PTT seperti yang diduga aparat kejaksaan. Penjelasan Tilis diikuti klarifikasi Bupati TTU, RSF, bahwa pengangkatan PTT sudah sesuai mekanisne.

Salah satu tenaga kontrak yang dipecat karena tidak mengikuti arahan RSF adalah Albertus Dedia Sing. Ia mengaku dipecat setelah direkrut karena memberikan dukungan politik ke orang lain yang tidak disukai RSF.

“Saya dipecat begitu saja, bahkan saya diusir hanya karena dukungan saya kasih ke orang lain. Saat itu kami semua diwajibkan dukung DK dan OS (caleg Nasdem untuk kursi DPRD TTU), jika tidak maka kami dipecat. DK dan OS caleg yang dibekali proyek tenaga kontrak,” tandas Albertus alias Jhony Sing.

Berikut nama-nama korlap temuan wartawan dalam perekrutan tenaga kontrak di 24 kecamatan, yang dibenarkan mantan Ketua Tim Relawan, Yosef Alfridus Abi.

1).Kecamatan Biboki Anleu : Didi Us Abatan dan Joni Kame
2).Biboki Feotleu : Ricky Sikas dan Tonce Afeanpah (Sopir Camat)
3).Biboki Moenleu : Eka Naramesak
4).Biboki Selatan : Goris Lim dan Don Bone
5).Biboki Tan Pah: Edi Tahoni
6).Biboki Utara: Gio Ukat
7).Bikomi Nilulat : Selus Doki
8).Bikomi Selatan : Margo Bana
9).Bikomi Tengah : Yulius Lake
10).Bikomi Utara : Agustinus Wempi Pausobe
11).Insana Barat : Marsi Oeleu
12).Insana Fafinesu : Narius Eno, Nero
13).Insana Tengah : Igi Dale
14).Insana Utara : Wempi Bria
15).Insana : Veni Taolin
16).Kota Kefamenanu : Abraham Sola
17).Miomaffo Barat : Alfredo Pilis
18).Miomaffo Tengah : Lodi Bani
19).Miomaffo Timur :.Martinus Kolo dan Adel Usnaat
20).Musi : Yosef Naisoko
21).Mutis : Frid Soru
22).Naibenu : Vitalis Oki dan Andreas Kebo
23).Noemuti Timur: Doni Sikone dan Melki Fernandes dibantu Apri Guta.
24).Noemuti : Arnol Rusae (Untuk Kecamatan Noemuti dan Noemuti Timur, 1 tim ). (jude)

Editor: Jude Lorenzo Taolin

Advertisements

Advertisements

Advertisements