TERJADI LAGI – Dua ABG Asal Kefa dan Amarasi Jadi Korban Iklan Lowongan Kerja di Medsos, Ini Identitasnya

Advertisements

“Mereka tertarik bekerja sebagai asisten rumah tangga di Jakarta dengan gaji yang besar, setelah membaca iklan lowongan kerja di Facebook oleh akun bernama Neno Rickhy Rijhan,” tulis Fritz Makalehi, dalam laporan tertulisnya, yang diperoleh wartawan di Kupang, Minggu (6/6/2021) malam.

Dua ABG asal NTT yang menjadi korban human trafficking diamankan di Kantor Penghubung NTT di Jakarta, Sabtu 5 Juni 2021 malam

KEFAMENANU, HALAMANSEMBILAN.COM – Dua wanita berstatus anak baru gede (ABG) jadi korban iklan tawaran lowongan kerja di media sosial (medsos).

Keduanya adalah Sherly Selan, berasal dari Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan satu lagi bernama Megita Opan, berasal dari Amarasi, Kabupaten Kupang.

“Mereka tertarik bekerja sebagai asisten rumah tangga di Jakarta dengan gaji yang besar, setelah membaca iklan lowongan kerja di Facebook oleh akun bernama Neno Rickhy Rijhan,” tulis Fritz Makalehi, dalam laporan tertulisnya, yang diperoleh wartawan di Kupang, Minggu (6/6/2021) malam.

Selanjutnya, seorang anggota mafia TKI bernama Valen, menampung kedua korban di sebuah rumah di Kelurahan Sikumana.

Kedua korban berhasil diterbangkan ke Jakarta setelah segala urusan administrasi dan tiket diurus Valen.

Selanjutnya kedua korban dipekerjakan pada seorang majikan di Kawasan Jakarta Barat.

Namun kemudian keduanya berhasil melarikan diri dari rumah majikannya.

“Kami melarikan diri karena bekerja dari jam 05.00 pagi sampai dengan pukul 23.00 malam. Awalnya dijanjikan gaji Rp 2 juta per bulan. Kemudian turun jadi Rp 1,3 juta per bulan. Itu pun cuma terima setengahnya saja,” curhat kedua korban.

Keduanya berhasil diselamatkan oleh beberapa pemuda dari Forum Pemuda NTT-Jakarta dari sebuah rumah, Sabtu 5 Juni 2021 malam sekitar pukul 21.30 Wita.

Operasi penyelamatan dipimpin oleh Donald Izaac dari Kantor Penghubung NTT di Jakarta, Yohanes Hiba Ndale, Ketua Forum Pemuda NTT-Jakarta; Menahim, Fritz Makalehi, Riki Hayon, Denny, Jhonny dan juga beberapa orang NTT. (*/k-1)

Editor: Ade

Advertisements

Advertisements

Advertisements