Terima Kasih Dokter Kim Woo Joo, Telah Temukan Vaksin Anti Virus Corona

Advertisements

“Meski demikian mesti harus disempurnakan lagi formulanya. Sehingga bisa segera digunakan oleh seluruh umat manusia,” jelas Dokter Kim Woo Joo, yang memimpin sebuah tim peneliti di Gilead Sciences, kepada para wartawan di California, Jumat (17/4/2020).

CALIFORNIA, HALAMANSEMBILAN.COM – Ucapan terima kasih pantas disampaikan kepada Dokter Kim Woo Joo, seorang dokter dan peneliti asal Korea Selatan. Ia mengklaim telah menemukan vaksin anti virus corona.

Sebab dalam beberapa kali uji coba, pasien yang terpapar covid-19 atau virus corona usai diinjeksi vaksin temuannya, menjadi sembuh dalam waktu yang singkat.

“Meski demikian mesti harus disempurnakan lagi formulanya. Sehingga bisa segera digunakan oleh seluruh umat manusia,” jelas Dokter Kim Woo Joo, yang memimpin sebuah tim peneliti di Gilead Sciences, kepada para wartawan di California, Jumat (17/4/2020).

Gilead Sciences adalah perusahaan biofarmasi Amerika yang meneliti, mengembangkan dan mengkomersialkan obat-obatan . Perusahaan ini berfokus terutama pada obat antivirus yang digunakan dalam pengobatan HIV , hepatitis B , hepatitis C , dan influenza , termasuk Harvoni dan Sovaldi

Ia meminta izin agar memberinya waktu sekitar 4 bulan lagi untuk melakukan serangkaian percobaan sehingga vaksin temuannya itu bisa lebih sempurna dan aman digunakan.

“Jika semuanya berjalan dengan baik, saya berharap bahwa efektivitas obat-obatan ini akan dibuktikan secara ilmiah dalam tiga hingga empat bulan,” ujar Profesor Penyakit Menular di Rumah Sakit Guro University Korea tersebut.

Melansir dari South China Morning Post, Sabtu (18/4/2020), belum lama ini Kim bertemu dengan Presiden Masyarakat Korea, Thomas Byrne.

Ia mengatakan bahwa Rumah Sakit Universitas Seoul dan Institute Alergi dan Penyakit Menular Nasional menjadi pemain kunci dalam pembuatan vaksin.

Dokter Anthony Fauci yang memimpin penelitian berkolaborasi untuk menguji redemsivir yang muncul pada pekan ini sebagai opsi pengobatan COVID-19.

Situs berita kesehatan dan medis, STAT melaporkan bahwa salah satu rumah sakit di Chicago menggunakan remdesivir untuk mengobati pasien COVID-19 yang parah.

Mereka melihat adanya pemulihan yang cepat pada gejala demam dan pernapasan.

Kabar baiknya, sebagian besar pasien diizinkan keluar dari rumah sakit dalam kurun waktu satu minggu.

University of Chicago Medicine merekrut 125 orang positif COVID-19 ke dalam uji klinis fase-3 Gilead. Mereka memberi pasien infus remdesivir setiap harinya.

Dari penelitian pasien tersebut, 113 orang memiliki gejala parah. Keberhasilan ujicoba vaksin COVID-19 ini membuat harga saham Gilead melonjak hampir 15 persen dalam perdagangan setelah jam kerja.

Saham mereka akhirnya ditutup dengan kenaikan 9,7 persen lebih tinggi pada Jumat 17 April 2020. (k-1)

Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements

Advertisements