Sukseskan Program Revitalisasi Desa Wisata Inklusi, Dinas Pariwisata Kota Kupang Siap Kolaborasi dengan PIAR NTT

Advertisements

kegiatan PIAR NTT
Pendamping program Program Penanggulangan Dampak Covid 19 melalui Revitalisasi Desa Wisata Inklusi di empat kelurahan wisata se-Kota Kupang, Ana Djukana dan Zevan Aome saat bertemu Camat Kelapa Lima, Wayan Astawa, di ruang kerjanya.

KUPANG, HALAMANSEMBILAN.COM – Dinas Pariwisata Kota Kupang siap berkolaborasi dengan PIAR NTT dalam implementasi Program Penanggulangan Dampak Covid 19 melalui Revitalisasi Desa Wisata Inklusi di empat kelurahan wisata yang ditetapkan PIAR NTT.

Komitmen kesiapan tersebut disampaikan Kadis Pariwisata Kota Kupang, Josefina Getha, ST didampingi Kepala Bidang (Kabid) Destinasi Dinas Pariwisata Kota Kupang, Ike Adoe di ruang kerjanya, Selasa (15/3/2022).

Hadir dalam pertemuan dengan Kadis Pariwisata Kota Kupang, kedua pendamping program dari PIAR NTT, Zevan Aome dan Ana Djukana.

Josefina menyampaikan apresiasi kepada PIAR dan SIAP SIAGA yang menyasar empat kelurahan dalam Kota Kupang dengan intervensi penguatan kelompok inklusi.

Karenanya ia berjanji memberikan support data yang dibutuhkan PIAR dalam proses pendampingan.

Kabid Destinasi Pariwisata Kota Kupang, Ike Adoe, mengatakan program PIAR ini sejalan dengan program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Dijelaskan pula, Dinas Pariwisata Kota Kupang telah turun ke kelurahan mencari dan mengidentifikasi kelompok kelompok tenun ikat yang ada. Mereka mendapat kelompok tenun ikan Ama Tobo di Petuk, yang menggunakan pewarna alami.

Pendamping program, Zevan Aome dan Ana Djukana, penetapan kelurahan wisata harus memenuhi kriteria memiliki potensi wisata yang dapat dimanfaatkan sebagai atraksi wisata, tempat wisata alam, eko wisata, wisata historis dan wisata kuliner.

Berikutnya, memiliki aksesibilitas dan mempunyai hasil produksi lokal yang bisa dikembangkan seperti tenun atau produk makanan yang dapat dijadikan oleh program.

Untuk kepentingan program ini telah dilakukan repeaed assesment kepada sebahagian kelompok kelompok inklusi di empat kelurahan.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Kupang, Drs. Danberty P. Ndapamerang melalui Sekretaris Dinas UMKM Arnoldus Kay, SE mengawali pertemuan di ruang kerja Sekretaris, Jumat (18/3/2022) juga mengatakan hal senada.

Mereka menegaskan sangat mendukung program Penanggulangan Dampak Covid 19 melalui Revitalisasi Desa Wisata Inklusi di empat kelurahan dalam Kota Kupang yakni Kelurahan LLBK, Kelapa Lima, Oesapa Barat dan Lasiana.
Dijelaskan program ini ada di empat kabupaten/kota yakni Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Kupang, Kabupaten Rote Ndao dan Kota Kupang dimana PIAR NTT berada mendampingi di Kabupaten Rote Ndao dan Kota Kupang dengan delapan desa/kelurahan.

Merespon apa yang disampaikan pendamping PIAR NTT, Sekretaris Arnolus Kay atas nama Kadis Koperasi, UMKM mengemukakan sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) Pembina UMKM siap bergandengan tangan dengan PIAR NTT untuk pemberdayaan Kelompok Inklusi dalam Kota Kupang.

Sejak ia bertugas di dinas tersebut sebanyak 17.000 Kelompok MKM sementara data saat ini sebanyak 3000 an Kelompok UMKM. Tahun 2022, merupakan tahun ketiga Dinas Koperasi UMKM memberikan support dari dana DID.

Arnol mengatakan untuk Tahun 2022 menunggu SK walikota untuk membagikan ke kelompok sasaran penerima manfaat food prosesor, capsiler, blender dan kereta untuk jualan makanan.

Arnol mengakui pendataan kelompok UMKM belum dilakukan secara spesifik menyasar pada kelompok inklusi. Tetapi kedepan apa yang dilakukan PIAR ini bisa direplikasi.
Dengan hadirnya PIAR NTT bisa membangun sinergitas untuk memberdayakan UMKM dan Kelompok Inklusi dan dinas siap memberikan support data dan kehadiran jika  dibutuhkan PIAR NTT.

Camat Kelapa Lima, Wayan Astawa di ruang kerjanya, Jumat (18/3/2022) menyatakan kesiapan memback up program ini dengan memfasilitasi PIAR NTT dengan para lurah terhadap kebutuhan data atau kesiapan kelompok masyarakat dan menggerakkan masyarakat dalam penguatan kapasitas.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kupang, Alfred Lakabela di ruang kerjanya Jumat (18/3) 2022 menerima PIAR NTT dan menyatakan kesediaan mendukung program tersebut.

Untuk kepentingan administrasi dan legitimasi ia meminta jika ada kegiatan kegiatan yang harus dihadiri pihaknya, PIAR NTT dapat bersurat supaya diagendakan untuk menghadiri.

Kepala Dinas Perikanan Kota Kupang Jumat (18/3) 2022 di ruang kerjanya menyatakan kesiapannya mensupport Program Penanggulangan Dampak Covid 19 melalui Revitalisasi Desa Wisata Inklusi di empat kelurahan di Kota Kupang.

Disampaikan Pantai dan Pesisir dari Tenau sampai Lasiana adalah wilayah kerjanya dimana masyarakat yang ada di daerah pesisir tersebut menjadi kelompok sasaran pembinaan dan mensupport mereka baik sebagai kelompok penangkap dan pengelola tangkapan hasil laut.

Dia menjelaskan ada kelompok perempuan miskin bekerja dengan Jarpuk di Pasir Panjang yang mengelola hasil tangkapan untuk menjadi abon ikan, ikan asap dan bakso ikan.
Menurut dia, kelompok ibu-ibu miskin yang ada di Kelurahan Pasir Panjang masuk dalam Kelompok Inklusi. Kedepan kelompok inklusi lainnya seperti difabel, lansia dan LGBT akan menjadi perhatian dengan terlebih dahulu didata.

Advertisements

Ia sangat berterima kasih dengan kehadiran PIAR NTT sehingga dengan tugas dan kewenangan yang dimiliki sepanjang ia bisa membantu ia akan membantu.

“Untuk kesejahteraan masyarakat dan kelompok inklusi mengapa tidak. Pemerintah ini hanya memfasilitasi. Jadi kalau ada kelompok atau lembaga yang mau membantu pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat mengapa kita tidak menyambut,” ujarnya retoris. (*/jude)

Editor: Jude Lorenzo Taolin

Advertisements