Sudah Punya Istri dan Anak lalu Perkosa Wanita Secara Biadab, Warganet Usul Le Ray Dihukum Kebiri Kimia

Advertisements

“Apalagi Le Ray telah punya istri dan anak. Manusia tidak punya moral dan sangat biadab. Pantas dihukum kebiri kimia,” jelas Nona Merry, yang mengaku kerabat korban.

Pelaku pemerkosaan sadis , Le Ray, sedang diperiksa di Mapolres TTU

KEFAMENANU, HALAMANSEMBILAN.COM – Warganet di Kefamenanu dan beberapa kota di Nusa Tenggara Timur (NTT), mengusulkan supaya jaksa dan hakim harus sepakat menghukum kebiri kimia tersangka Le Ray, yang telah menculik, menganiaya dan memperkosa secara biadab wanita berinisial BWA (32) di Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

“Apalagi Le Ray telah punya istri dan anak. Manusia tidak punya moral dan sangat biadab. Pantas dihukum kebiri kimia,” jelas Nona Merry, yang mengaku kerabat korban.

“Le Ray itu punya istri, ibu kandung dan saudara perempuan. Kenapa dia tega menganiaya dan memperkosa wanita secara biadab begitu? Korban bukan binatang. Dia pantas dihukum kebiri kimia,” tulis Marco S, warga Suspini.

Menurut Marco, Presiden Jokowi telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 70 tahun 2020. PP tersebut berisi tata cara pelaksanaan tindakan kebiri kimia, pemasangan alat pendeteksi elektronik, rehabilitasi dan pengumuman pelaku kekerasan terhadap anak.

“Meski PP itu untuk predator seksual anak, tapi kebiri kimia bisa diterapkan kepada penjahat kelamin kategori parah dan meresahkan atau yang disebut parafilia,” tandas Marco.

Sebelumnya diberitakan, Tim Buru Sergap (Buser) Polres Timor Tengah Utara (TTU) – Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) sedang mengejar seorang pria bernama Le Ray, warga Kelurahan Benpasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, sejak Selasa (5/1/2021) dini hari.

Ia dicari-cari dan dikejar polisi karena menculik, menyekap dan menganiaya serta memperkosa seorang wanita berinisial BWA (32), warga Kelurahan Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) di tiga tempat berbeda.

Salah satunya tempat yang digunakan pelaku untuk menyekap, menganiaya dan melecehkan secara seksual korban, terjadi di rumah dinas Bupati TTU, dekat Kompleks Gereja Katolik Paroki Santa Theresia Kefamenanu.

Bahkan korban juga dibawa ke lahan Perkebunan Pepaya milik Bupati TTU, di Desa Naen, lalu di perkosa di antara rerimbunan pohon pepaya, di gelap malam. Kejadian ini disaksikan penjaga kebun.

Pelaku akhirnya berhasil dibekuk di perbatasan Timor Leste, tepatnya di rumah kerabatnya di Desa Halibate, Kecamatan Lasiolat, Kabupaten Belu.

Ia berniat menyeberang dan melarikan diri ke Timor Leste. Namun keburu ditangkap oleh Tim Buser Polres TTU, yang beranggotakan Bripka Polikarpus Ikun Fahik, Brigpol Gregorius Haki Taslulu dan Brigpol Muhamad Nur BM. (jude)

Editor: Jude Lorenzo Taolin

Advertisements

Advertisements

Advertisements