SMK Di TTU Tanam Jagung 300 Hektar Dukung Program TJPS

Advertisements

Ketua MKKS SMK Kabupaten TTU, Rm. Vinsen Manek Mau, Pr menjelaskan tentang arahan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Linus Lusi, S.Pd., M.Pd yang menyasar SMK terutama SMK yang berbasis pertanian sebagai garda terdepan menyukseskan program TJPS.
Romo Vinsen Manek Mau
Romo Vinsen Manek Mau, PR

KEFAMENANU, HALAMANSEMBILAN.COM – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Timor tengah Utara (TTU) menyiapkan lahan 300 hektar untuk ditanami jagung untuk mendukung Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS).

Dukungan ini di sepakati karena memiliki dampak yang bagus dalam hal peningkatan ekonomi dan pendidikan.

Terutama melatih mentalistas siswa menjadi petani milenial untuk regenerasi para petani saat ini yang rata-rata berusia diatas 50-an tahun.

Tekad dukungan ini disampaikan para kepala sekolah SMK yang tergabung dalam Musyawarah Kerja Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten dalam rapat bulanan yang dilaksanakan di SMKS St. Pius X Bitauni, Kecamatan Insana, TTU, Jumat (04/02/2022).

Salah satu agenda rapat bulanan ini adalah membahas komitmen SMK Se-TTU dalam mendukung program TJPS ini.

Ketua MKKS SMK Kabupaten TTU, Rm. Vinsen Manek Mau, Pr menjelaskan tentang arahan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Linus Lusi, S.Pd., M.Pd yang menyasar SMK terutama SMK yang berbasis pertanian sebagai garda terdepan menyukseskan program TJPS.

Tidak tangung-tanggung Kadis Lusi menantang SMK di TTU untuk memperoleh luasan tananam jagung sebanyak 300 hektar.

Manek Mau mengatakan tantangan ini memang sangat berat namun dia optimis jika semua SMK berbasis pertanian bekerjsama dengan masyarakat sekitar maka target ini akan bisa di capai.

Apalagi skema pembiayaan yang tawarkan adalah pinjaman tanpa bunga yang disediakan Bank NTT, maksimal sebesar Rp. 10.000.000 perhektar luasan tanam dengan produksi sebanyak 5-6 ton perhektar.

Untuk itu dia mengajak kepada para kepala SMK berbasis pertanian agar tantangan ini dijawab dengan menyediakan lahan untuk program ini pada dua periode tanam yakni bulan April – September dan Oktober – Maret.

Menurut Manek Mau, berdasarkan data luas tanam yang disiapkan untuk dua musim tanam pada masing-masing SMK di rincikannya, untuk periode tanam april – september sebanyak 125 hektar tersebar di SMK Negeri Harneno dan SMK Negeri Paisanaunu.

Sedangkan untuk periode tanam oktober – maret sebanyak 31 hektar yang tersebar di SMKS St. Pius X Biatuni, SMK Negeri Eban, SMK Bokomi Selatan, SMk Nibaaf, dan SMK Negeri Oeolo.

Jumlah keseluruhan dari rincian luas tanam ini sebanyak 156 hektar.

“Namun jumlah ini akan usahakan lagi untuk mengenapi target 300 hektar” ujarnya.

Pada kesempatan itu sejumlah kepala sekolah mengeluhkan peralatan untuk pengolahan lahan karena dengan luasan seperti itu tidak mungkin dilakukan dengan tenaga manusia.

Sehingga mereka meminta pada saat pengolahan lahan, bisa dibantu dengan traktor untuk membalik tanah.

“Untuk pengolahan lahan kami nkesulitan mendapatkan traktor untuk membajak tanah. Untuk itu kami meminta dukungan pemerintah menyediakan peralatan traktor tersebut”, ujar Kepala SMK Bikomi Selatan, Adio Balan.

Ny Elfira Ogom
Ny. Dra. Elfira Ogom, Korwas SMK Kabupaten TTU

Menjawab persoalan ini, Korwas TTU, Dra. Elfiera Ogom menyatakan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten maupun propivinsi untuk bisa mengakomodir kebutuhan para kepala sekolah.

Advertisements

Elfiera Ogom mengharapkan agar target yang di berikan ini sebisa mungkin dipenuhi, dengan melakukan komunikasi dengan berbagai pihak. Untuk itu para kepala sekolah harus proaktif melakukan pendekatan kepada masyarakat pemilik lahan.

Dia menambahkan data awal luasan lahan ini akan disampaikan pihaknya kepada Kadis P & K Provinsi NTT, sebagai bentuk komitmen bahwa SMK di Kabupaten TTU dalam mendukung program pemerintah provinsi pimpinan Gubernur Voktor Bungtilu Laiskodat. (john mamun sabaleku)

Editor: Ade

Advertisements