Sewakan Lahan Milik Negara ke Hypermart Store, Negara Rugi Rp 12 Miliar

Advertisements

Jaksa Periksa Ulang Mantan Sekda dan Mantan Bupati Kupang

“Jadi estimasi sementara kerugiannya mencapai Rp 12 miliar. Kerugian itu timbul akibat sewa pakai lahan milik negara dari Pemkab Kupang kepada manajemen Hypermart Store di Kawasan Bundaran PU, Kotamadya Kupang,” jelas Manutede.

Kajari Oelamasi, Ny. Sherly Manutede, S.H.

KUPANG, HALAMANSEMBILAN.COM – Kerugian negara akibat sewa pakai lahan milik negara dari Pemkab Kupang kepada manajemen Hypermart Store di Kawasan Bundaran PU, Kotamadya Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), diperkirakan mencapai Rp 12 Miliar.

Demikian yang dijelaskan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Oelamasi, Ny. Sherly Manutede, S.H, kepada wartawan di Kupang, Senin (14/9/2020).

“Jadi estimasi sementara kerugiannya mencapai Rp 12 miliar. Kerugian itu timbul akibat sewa pakai lahan milik negara dari Pemkab Kupang kepada manajemen Hypermart Store di Kawasan Bundaran PU, Kotamadya Kupang,” jelas Manutede.

Manutede tidak merinci sejak tahun berapa lahan itu disewapakaikan ke manajemen Hypermart Store dan berapa luas lahan tersebut. Serta klausul perjanjian sewa pakai seperti apa yang menyebabkan potensi kerugian negara.

Ia juga menjelaskan mantan Sekda Kabupaten Kupang berinisial HP, menjalani pemeriksaan kedua, Senin (14/9/2020). Sedangkan mantan Bupati Kupang yang berinisial ATE, akan menyusul diperiksa Rabu (16/9/2020). Keduanya diperiksa dengan status masih sebagai saksi.

“Total sudah ada 18 orang yang diperiksa tim penyidik Kejaksaan Negeri Oelamasi,” ungkap mantan Kasi Pidsus Kejari Kota Kupang itu.

Tentang penetapan tersangka, Manutede mengatakan usai memeriksa mantan Sekda Kupang, HP dan mantan Bupati Kupang, ATE, maka secepatnya akan diumumkan siapa saja yang akan jadi tersangka.

“Secepatnya (para tersangka) akan diumumkan. Bersabar saja,” pungkas Manutede. (k-1)

Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements

Advertisements