Sekolah Harus Berlandaskan Kasih

Advertisements

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Linus Lusi, S.Pd, M.Pd mengatakan nilai kasih harus tidak saja menjadi landasan pendidikan karakter siswa. Tapi juga harus diterapkan kepada guru dan pegawai yayasan. Misalnya memberikan gaji sesuai upah minimum regional (UMR).

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Linus Lusi, S.Pd, M.Pd

KEFAMENANU, HALAMANSEMBILAN.COM – Pendidikan yang diberikan kepada siswa oleh para guru di sekolah yang berlabel agama harus berlandaskan kasih. Karena tanpa kasih pendidikan yang diberikan tidak menghasilkan siswa yang berkarakter.

Hal ini disampaikan Kepala BKD Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Henderina S. Laiskodat, SP., M.Si. di Kefamenanu (27/8/2020) malam, dalam pertemuan dengan Civitas Akademik Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (SMKS) Katolik Kefamenanu.

Dia mengatakan para pendidik di sekolah katolik ini, harus mengedepankan kasih dalam mendidik dan membina peserta didik. Dengan demikian diharapakan anak didik di sekolah ini memiliki karakter yang baik.

“Saya tahu sekolah katolik terkenal keras dalam disiplin. Tetapi disiplin yang ditegakkan di sekolah harus mengedepankan kasih. Karena tanpa kasih anak didik bisa menjadi lebih baik atau bisa menjadi lebih buruk”, ujarnya.

Dia mengatakan, apakah anak-anak yang nakal harus dikeluarkan dari sekolah atau dibina menjadi lebih baik ?. Lanjutnya anak yang nakal harus dibina menjadi lebih baik. Karena kalau dia nakal lalu langsung dikeluarkan maka dia bisa menjadi baik atau malah lebih buruk dan ini akan memberi pengaruh bagi banyak orang di lingkungannya.

Dia menegaskan, menjadi pendidik berlandaskan kasih yang dikatakan berhasil jika anak didik yang nakal dibina menjadi manusia yang lebih baik dan berkarakter.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi NTT, Linus Lusi, S.Pd., M.Pd, menambahkan, landasan kasih tidak hanya diterapkan kepada siswa, tetapi juga kepada guru dan pegawai yayasan.

Penerapan kasih kepada mereka direalisasikan dalam hal penerapan upah yang manusiwi. Karena pihaknya tahu kalau yayasan memberikan upah kepada guru dan pegawai yayasan selalu di bawah standar upah minimum propinsi. Kondisi ini menurut dia, kedepan harus menjadi perhatian yayasan karolik.

Pada kesempatan itu Kadis Lusi meminta kepada civitas akademik SMKS Katolik Kefamenanu, memiliki komitmen yang sama untuk memajukan pendidikan di NTT. Dikatakannya dalam pembangunan pendidikan di NTT semua insan pendidikan harus memiliki komitmen yang sama memajukan pendidikan di NTT menuju NTT sejahtera. Karena tanpa komitmen bersama maka pembangunan pendidikan akan melenceng dari tujuannya.

Untuk itu lanjutnya semua insan pendidikan berjalan dalam satu komando, untuk sama-sama menyukseskan pembangunan pendidikan di bumi flobamora tercinta. Dia mengatakan komitmen itu harus dibangun dari komunitas kecil di sekolah. Semua komponen di sekolah harus bekerjasama dan saling mendukung dalam menyusun kegiatan sekolah secara bersama dan harus fokus pada tujuan apa yang mau dicapai.

Secara terpisah Kepala SMKS Kefamenanu, Melania Hania, S.Pd, menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas kunjugan kedua pejabat teras Pemerintah Propinsi NTT tersebut. Dikatakannya kunjuangan tersebut merupakan dukungan moral bagi para civitas akademik SMKS Karolik Kefamenanu agar lebih giat berkarya mendidik dan membina pererta didik menuju lulusan yang berkulitas. * (Kiriman : Yohanes Mamun/ Kefamenanu.)

Advertisements

Advertisements

Advertisements