Sedih, Ratusan Siswa Harus Panjat Tembok 4 Meter Supaya Bisa Sampai ke Sekolah

Advertisements

“Anak-anak seperti bajing lompat saja. Datang dan pulang harus lompati pagar tembok yang menutupi keliling ke arah sekolah. Pagar tembok itu dibangun dua orang pengusaha Cina di Kota Kupang. Padahal itu dulu jalan gang yang sudah ada sejak puluhan tahun,” kisah Pendeta Daniel Mesach Datikh, S.Th, yang juga mantan Ketua RT setempat, Jumat (6/3/2020).

KUPANG, HALAMANSEMBILAN.COM – Sudah tiga bukan, ratusan siswa SD Petra di Kelurahan Penkase, Alak, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) harus melompati pagar tembok yang menutupi jalan menuju sekolahnya.

“Anak-anak seperti bajing lompat saja. Datang dan pulang harus lompati pagar tembok yang menutupi keliling ke arah sekolah. Pagar tembok itu dibangun dua orang pengusaha Cina di Kota Kupang. Padahal itu dulu jalan gang yang sudah ada sejak puluhan tahun,” kisah Pendeta Daniel Mesach Datikh, S.Th, yang juga mantan Ketua RT setempat, Jumat (6/3/2020).

Pihak sekolah dan para orangtua siswa sudah mengadu ke pemerintah kelurahan, pihak kecamatan hingga Walikota Kupang dan DPRD Kotamadya Kupang. Namun belum ada solusi yang pas.

“Pemilik tanah bersikeras bahwa saat membeli tanah tidak ada jalan atau gang dalam gambar situasi (GS). Sehingga ia memagar keliling menutupi ruas jalan tersebut,” tambah Pendeta Daniel, mengutip alasan pemilik tanah.

Kepsek SD Petra, Frengky Kase, yang dihubungi terpisah membenarkan.

“Anak-anak bisa ikut jalan alternatif, tetapi harus memutar sejauh enam kilometer. Mereka terlambat masuk sekolah. Kalau ikut jalan yang sudah ditutupi pagar tembok itu, cuma butuh 5 menit sudah sampai sekolah,” jelas Kase.

Ia mengatakan pihak kelurahan sudah bernegosiasi dengan dua pengusaha Cina yang menutupi jalan dengan pagar tembok.

“Katanya masih menunggu petugas Kantor BPN untuk mengukur ulang. Lalu disepakati untuk buka jalan. Itu saja informasinya. Semoga memang benar terjadi dan bukan janji manis saja,” tukasnya berharap. (k-1)

Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements

Advertisements