Sebut Pengacara Sebagai ‘Manusia Tatafik’, Puluhan Pengacara Mengadu ke Polda NTT

Advertisements

Pengacara adukan warganet
Puluhan pengacara jumpa pers dengan para wartawan usai melaporkan dua akun facebook yang memaki-maki oknum pengacara dalam postingannya di sebuah grup facebook

KUPANG, HALAMANSEMBILAN.COM – Puluhan pengacara mengadu ke Markas Polda NTT, Rabu (22/6/2022) lantaran dimaki dengan sebutan sebagai ‘manusia tatafik’ oleh warganet di sebuah grup facebook di Kota Kupang.

Sebutan itu, diduga ditujukan kepada oknum pengacara, Aldli Dalton Ndolu. Selain itu Ndolu juga dimaki dengan sebutan: Anj*ng dan B*b*.

Makian itu diposting dua akun facebook berbeda di grup Flobamorata Tabongkar, yaitu akun atas nama Ochy Mboro dan Beta Alaut Timor.

“Kami sudah laporkan tadi dua akun itu polisi. Termasuk melaporkan admin grup facebook Flobamorata Tabongkar,” jelas Mekson Beri, yang berbicara atas nama pelapor dan para pengacara di Kota Kupang.

Sebelumnya, kasus pencemaran nama baik ini dilaporkan ke Polda NTT, anggota aliansi yang mengawal sidang pembunuhan Astrid Manafe dan Lael Maccabee terlibat kericuhan dengan tim penasihat hukum Randy Badjideh di Pengadilan Negeri Klas IA Kupang, Senin (20/6/2022).

Salah satu oknum penasihat hukum dinilai memprovokasi keluarga korban Astrid Manafe dan anggota aliansi yang hadir dalam ruang sidang.

Advertisements

Caci maki dan teriakan sumpah serapah sempat menggelegar dalam ruang sidang. Namun petugas berhasil melerai. Kericuhan terjadi kembali di warung makan, di depan gedung PN Klas IA Kupang, juga melibatkan beberapa oknum pengacara. Namun berhasil dilerai.

Menyikapi kasus kericuhan saat sidang kasus pembunuhan Astrid Manafe dan Lael Maccabee tersebut, beberapa warganet melampiaskan emosinya dengan memposting makian dan sumpah serapah kepada beberapa oknum pengacara di beberapa grup facebook. (k-1)

Editor: Ade

Advertisements