Sang Ayah: Jasad Anak Saya Masih Tidur di Laut, Saya Tetap Bersyukur

Advertisements

“Ketemu atau tidak ketemu jasad anak saya, kami tetap bersyukur. Kami anggap dia sedang tidur di laut atas izin Tuhan, tempatnya mencari nafkah selama ini,” jelas Endyk Daud, Kamis (1/4/2021) siang.

Endyk Daud (56), ayah kandung dari Aji Adu (24), korban tenggelam di Pantai Panmuti Noelbaki

#Kisah Nelayan Tanah Merah Hilang di Pantai Panmuti Noelbaki

KUPANG, HALAMANSEMBILAN.COM – Endyk Daud (56), ayah kandung dari Aji Adu (24), korban tenggelam di Pantai Panmuti Noelbaki, mengaku sudah pasrah kehendak Tuhan akan nasib anaknya.

“Ketemu atau tidak ketemu jasad anak saya, kami tetap bersyukur. Kami anggap dia sedang tidur di laut atas izin Tuhan, tempatnya mencari nafkah selama ini,” jelas Endyk Daud, Kamis (1/4/2021) siang.

Saat ditemui wartawan, Endyk sedang duduk termenung di bibir pantai sambil memantau Tim SAR Kupang dan beberapa perahu nelayan mencari jasad anaknya di laut Teluk Kupang.

Ia mengaku tidak ada firasat atau tanda-tanda akan mengalami musibah, kehilangan anaknya di laut.

“Anak saya tidak tahu berenang,” akui Endyk.

Advertisements

Advertisements

Advertisements