Rumah Dinas Bupati Jadi Tempat Preman Menyekap Wanita Cantik, Mantan Bupati TTU Terancam Dijemput Paksa

Advertisements

“Sudah dipanggil menghadap dua kali untuk memberikan keterangan di Mapolres TTU. Namun beliau tidak datang tanpa memberikan alasan yang cukup dan pasti,” jelas Kapolres TTU, AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas melalui Kasat Reskrim Polres TTU AKP Sujud Alif Yunlamlam, Jumat (19/2/2021).

Le Ray (kiri) dan Ray Fernandes (kanan)

Sudah Dua Kali Dipanggil Polisi Tidak Datang

KEFAMENANU, HALAMANSEMBILAN.COM – Mantan Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Raymundus Sau Fernandes, S.Pt, terancam dijemput paksa penyidik Polres TTU. Pasalnya sudah dua kali dipanggil menghadap, ia tidak datang.

Raymundus dipanggil penyidik Polres TTU sebagai saksi karena rumah dinas Bupati TTU dijadikan tempat penyekapan wanita dan pelecehan seksual oleh oknum preman bernama Le Ray, awal Januari 2021 lalu. Dan Le Ray adalah orang dekat Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt.

“Sudah dipanggil menghadap dua kali untuk memberikan keterangan di Mapolres TTU. Namun beliau tidak datang tanpa memberikan alasan yang cukup dan pasti,” jelas Kapolres TTU, AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas melalui Kasat Reskrim Polres TTU AKP Sujud Alif Yulamlam, Jumat (19/2/2021).

Penyidik, ungkap AKP Sujud, telah melayangkan surat panggilan sebanyak dua kali kepada saksi Raymundus namun selalu mangkir dari panggilan..

“Panggilan pertama untuk menghadap pada Senin (15/2/2021). Yang bersangkutan mangkir. Panggilan kedua untuk menghadap penyidik pada Kamis (18/2/2021) pun tidak digubris. Jika panggilan ketiga, Senin (22/2/2021) tidak datang, maka dipastikan akan dijemput paksa polisi,” jelas AKP Sujud.

Tentang tujuan pemeriksaan terhadap mantan Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, S,Pt, sebagai saksi, lanjut AKP Sujud, yakni untuk mendengarkan keterangannya sebagai penanggungjawab dan penghuni rumah dinas bupati.

“Ya, sekitar itu saja pertanyaannya. Soal tanggungjawab beliau sebagai penghuni rumah dinas bupati tersebut. Kenapa sampai ada preman bernama Le Raya menyekap, menganiaya dan melecehkan secara seksual seorang wanita cantik di salah satu kamar rumah jabatan bupati tersebut,” jelas AKP Sujud.

Advertisements

Advertisements

Advertisements