Rugikan Negara Rp 1,1 Miliar, Korupsi Puskesmas Inbate Naik ke Tahap Penyidikan

Advertisements

“Kerugian negara Rp 1,1 miliar itu diketahui setelah Tim Politeknik Undana melakukan audit investigatif atas bangunan proyek tersebut. Karena itu kasus proyek ini kita naikkan dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan,” jelas Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) TTU, Roberth Jimmy Lambila, SH, MH, Rabu (12/1/2022) kemarin.
Ilustrasi
KEFAMENANU, HALAMANSEMBILAN.COM – Penyelidikan kasus dugaan korupsi proyek Pembangunan Puskesmas Inbate senilai Rp 6,5 miliar, sudah ditetapkan penyidik Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara (Kejari TTU) naik ke tahap penyidikan.
Pasalnya, jaksa telah mengantongi bukti kerugian negara sebesar Rp 1,1 miliar.
“Kerugian negara Rp 1,1 miliar itu diketahui setelah Tim Politeknik Undana melakukan audit investigatif atas bangunan proyek tersebut. Karena itu kasus proyek ini kita naikkan dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan,” jelas Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) TTU, Roberth Jimmy Lambila, SH, MH, Rabu (12/1/2022) kemarin.
Untuk itu, mulai Kamis (13/1/2022) tim jaksa mulai memanggil dan memeriksa pihak-pihak terkait sebagai saksi.
BACA JUGA: Baru Diresmikan Puskesmas Inbate Sudah Rusak Parah, Kepala Puskesmas Mengadu ke Kadis Kesehatan TTU
Kadinkes TTU Berkilah Belum Terima Surat Pengaduan, PPK Bilang: Sudah Masuk Laporan dan Diperiksa Jaksa
Jimmy Lambila mengungkapkan, sebelumnya tim intelijen Kejari TTU dan audit di Kantor Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PRKPP) menemukan ada item pekerjaan yang dikerjakan tidak sesuai spesifikasi.
Untuk menguatkan temuan itu, pihaknya meminta tim auditor independen, yakni ahli dari Politeknik Undana Kupang untuk melakukan audit investigatif. Hasilnya, ditemukan kerugian sebesar Rp 1,1 miliar.
“Banyak pekerjaan mayor yang dikerjakan tidak sesuai rab dan spesifikasi. Ini yang menyebabkan proyek Puskesmas Inbate banyak kerusakan di sana-sini,” tukas Jimmy Lambila. (jude)
Editor: Jude Lorenzo Taolin
Advertisements