Resmikan Bendungan Raknamo, Jokowi Puji Menteri PU dan Pemda NTT

Advertisements

KETERANGAN PERS – Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers kepada para awak media usai meresmikan Proyek Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, Selasa (9/1/2018). Foto Repro

HALAMANSEMBILAN.COM, OELAMASI –  Presiden Joko Widodo (Jokowi), Selasa (9/1/2018) petang meresmikan Bendungan Raknamo di Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Peresmian dilakukan Jokowi dengan menekan sirine.

Ia memuji Kementerian PU, Pemprov NTT serta para bupati dan walikota yang sudah berkonstribusi dengan caranya masing-masing sehingga pembangunan Bendungan Raknamo rampung dalam waktu 3 tahun saja dari target 5 tahun.

“Hari ini kita semua masyarakat Kupang, masyarakat NTT bersukacita Bendungan Raknamo kita nanti-nantikan sejak lama sudah akan segera dimulai proses pengisian airnya. Alhamdulillah puji syukur berjalan lebih cepat dari jadwal direncanakan, ini tentu hasil kerja keras siang malam Kementerian PU, Pak Gubernur, seluruh Bupati dan Wali Kota yang ada di sekitar bendungan ini,” kata Jokowi.

Perkiraan awal, lanjut Jokowi, pembangunan Bendungan Raknamo akan rampungndalam waktu 5 tahun. Kemudian ia menawarkan kepada Kementerian PU, apakah boleh 4 tahun bisa rampung.

“Perkiraan saya waktu itu memang dari pak Menteri PU perkiraannya 5 tahun. Kemudian saya tawar 4 tahun, masih setahun lagi bendungan ini selesai dan karena dikerjakan siang dan malam hanya 3 tahun bendungan ini bisa selesai,” kata Jokowi.

Turut hadir dalam peresmian kali ini Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Dirjen Sumber Daya Alam Kementerian PUPR Imam Santoso, Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Sri Hartoyo, Gubernur NTT Frans Lebu Raya, dan beberapa pejabat.

Kehadiran Bendungan Raknamo, lanjutnya, bisa menjadi solusi atas kelangkaan air bagi masyarakat Kabupaten Kupang.

Peresmian yang dilakukan Jokowi kali ini juga ditandai dengan pengisian air pertama yang nantinya bisa mengairi lahan seluas 1.250 hektar dan sumber air baku di Kabupaten Kupang 100 liter per detik, serta mampu menghasilkan listrik 0,22 megawatt (MW).

Bendungan Raknamo dibangun senilai Rp 760 miliar dan dikerjakan sejak Desember 2014. Proyek ini pun selesai setahun lebih cepat dari target Januari 2019 menjadi Desember 2017.

Resmikan 2 PLBN

Dalam kesempatan yang sama, Jokowi juga meresmikan dua Pos Lintas Batas Negara (PLBN), yaitu Motamasin dan Wini yang berbatasan langsung dengan Timor Leste.

“Hari ini kita resmikan dua PLBN, PLBN WIni dan PLBN Motamasin. Selalu ini saya sampaikan pada saat saya cek pertama PLBN 3 tahun lalu di Motaain saya itu saya lihat kantornya kayak kantor kelurahan. Dibandingkan yang ada di Timor Leste kita kalah,” ujar Jokowi.

Bangunan PLBN Motamasin yang lama dipercantik dengan biaya sekitar Rp 128 miliar untuk tahap I. Pembangunan PLBN Motamasin dimulai pada Desember 2015 dan selesai di Desember 2016 dengan kontraktor PT Nindya Karya (Persero).

Selain itu, PLBN Wini juga dipercantik bangunannya dengan menghabiskan dana sekitar Rp 130 miliar di atas lahan seluas 4,42 hektar dengan luas bangunan 5.025,68 meter persegi. Pembangunan PLBN Wini tahap I dikerjakan oleh PT PP (Persero) Tbk.

Setelah pembangunan kedua PLBN tahap I selesai, maka akan dilanjutkan dengan pembangunan tahap II. Pembangunan PLBN Wini tahap II meliputi pasar, gedung serba guna, wisma Indonesia, hingga rumah yang ditargetkan selesai 2018 ini.

PLBN Motamasin juga akan dilengkapi pasar hingga pasar, terminal, hingga pusat makanan. Pembangunan PLBN Motamasin tahap II menelan dana sekitar Rp 228 miliar yang juga ditargetkan selesai 2018 ini. (*)

Laporan & Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here