RESMI! Polisi Tetapkan Mantan Kepala Bank NTT Cabang Oelamasi Masuk DPO

Advertisements

“Karena sudah masuk DPO, maka John Sine menjadi prioritas utama bagi polisi untuk mencari dan menangkapnya. Data-data dan fotonya sudah disebarkan. Diharapkan masyarakat membantu informasi tentang keberadaan John Sine,” jelas Kasatreskrim Polres Kupang, AKP Nofi Posu, S, H, S.IK, kepada wartawan, Sabtu (18/7/2020) malam.

Ilustrasi

KUPANG, HALAMANSEMBILAN. COM – Tim penyidik Polres Kupang secara resmi mengumumkan telah memasukkan Jhon Nedy Charles Sine alias John Sine, mantan Kepala Bank NTT cabang Oelamasi dalam daftar Pencarian Orang (DPO).

“Karena sudah masuk DPO, maka John Sine menjadi prioritas utama bagi polisi untuk mencari dan menangkapnya. Data-data dan fotonya sudah disebarkan. Diharapkan masyarakat membantu informasi tentang keberadaan John Sine,” jelas Kasatreskrim Polres Kupang, AKP Nofi Posu, S, H, S.IK, kepada wartawan, Sabtu (18/7/2020) malam.

John Sine, lanjut AKP Nofi, telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kredit fiktif pada Bank NTT sejak Tahun 2017 senilai Rp 9,4 Miliar.

“Polisi telah memanggil John Sine secara resmi dan patut untuk menghadap penyidik Tipikor Polres Kupang dengan bersurat secara resmi dan menjemput langsung ke rumahnya. Namun yang bersangkutan tidak berada di tempat, ” jelas AKP Nofi.

Ia merincikan ada dua surat panggilan menghadap dari penyidik Tipikor Polres Kupang, yang telah diantar langsung ke rumahnya. Surat panggilan pertama bernomor: S. Pgl/319/VI/2020/Sat.Reskrim tertanggal 4 Juni 2020 dan surat panggilan kedua bernomor: S. Pgl/319/VI/2020/Sat.Reskrim tertanggal 10 Juni 2020.

“Namun sampai sekarang John Sine terus menghindar dan tidak menghiraukan panggilan polisi. Karena itu kini dimasukkan dalam DPO untuk dilakukan upaya paksa, mencari dan menangkapnya,” tandas akp Nofi.

Sebelumnya Sam Haning, S.H, tim penasihat hukum John Sine menegaskan kliennya belum merespons panggilan polisi untuk menghadap karena pihaknya sedang mempraperadilankan Kapolres Kupang atas penetapan tersangka kliennya.

BACA JUGA:  1.955 Sopir di NTT Dapat Bantuan Langsung Tunai Rp 600 Ribu, Apa Saja Syaratnya?

“Proses hukum praperadilan sedang berjalan dan belum ada keputusan. Karena itu kami meminta polisi menahan diri, sampai ada keputusan. Mari kita hormati proses hukum yang sedang berjalan,” tandas Haning. (k-1)

Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements