RESMI! Mendikbud Nadiem Anwar Makarim Pilih Stefanus Sio Sebagai Rektor Unimor Periode 2020 – 2024

Advertisements

“Kita akan menata infrastruktur dan Sumber Daya Manusia yang lebih baik. Karena kita sudah 20 tahun ada di TTU, NTT tapi guru besar baru ada 1 orang, lektor kepala juga hanya 2 orang. Karena itu ke depan kita akan tata ini, terutama untuk pengembangan SDM, kompetensi kualifikasi dosen, pengembangan kompetensi jabatan fungsional dosen, sehingga ke depan kita memiliki guru besar dan lektor kepala yang banyak”, tandas Stefanus Sio tentang programnya yang akan dikerjakan setelah terpilih sebagai Rektor Unimor 2020 -2024.

KEFAMENANU, HALAMANSEMBILAN.COM – Dr. IR Stefanus Sio, MP terpilih menjadi Rektor Universitas Unimor (Unimor), satu – satunya Perguruan Tinggi Negeri di Perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia – Republic Demoktaric Timor Leste.

Terpilihnya Stefanus Sio sebagai Rektor untuk Periode 2020 – 2024 pada pemilihan yang diikuti oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) bersama Senat Unimor dilaksanakan di aula serba guna, Study Center (SC) Unimor, Senin (22/06/2020)pukul 18.00 hingga 18.54 wita.

Dr. Stefanus Sio berhasil unggul dari dua kandidat lainnya dengan perolehan 16 suara dari 21 suara yang direbutkan. 14 suara dari senat dan 7 suara dari Nadiem Anwar Makarim, BA, MBA.

Sementara dua pesaingnya, Prof. Dr Sirilius Seran, SE, MS, mantan Rektor Unimor mendapatkan 3 suara dan Dr. Bernadete Barek Koten, S.Pt, MP, mendapatkan 2 suara dalam proses pemilihan pada Rapat Senat tertutup diikuti Senat bersama perwakilan dari Kemendikbud dengan sistem pemungutan suara dalam aplikasi atau online (E).

“Syukurlah, proses pemilihan rektor berjalan baik dan lancar. 14 anggota Senat hadir semua “, kata Ketua Panitia Pemilihan Rektor Unimor, Periode Tahun 2020 – 2024, Margareta Diana Pangastuti, SE, M.Si kepada media ini usai Pilrek.

Dalam Pilrek yang berlangsung, Paristiyanti Nurwardani yang menjabat sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, diberi kuasa penuh Mendikbud Nadiem Anwar Makarim untuk dan atas namanya sebagai pemberi kuasa, menghadiri dan memberikan suara secara daring (e-voting) dalam Rapat Senat Universitas Timor (Unimor) dengan agenda Pemilihan Calon Rektor Unimor periode 2020-2024, sesuai yang tertuang dalam surat Surat Kuasa dengan Nomor : 5123 l/MPK/RHS/KP/2020 yang ditandatangni langsung oleh Nadiem Anwar Makarim sebagai pemberi kuasa.

Ketua Senat Unimor, Drs Marthen Patiung, M.Si, turut mensyukuri proses Pilrek yang berjalan lancar dan aman.
“Semua proses kegiatan pemilihan rektor dilakukan mengacu dengan standar yang ditetapkan Satuan Tugas Penanganan Covid – 19”, kata Patiung.

Selain penerapan aturan jaga jarak, pihak panitia juga menyediakan berbagai sarana pendukung pencegahan penyebaran Covid – 19, seperti hand Sabiizer, masker, tempat cuci tangan serta menyelesaikan kegiatan Pikrek kurang dari 1 jam yakni 58 menit.

“Kegiatan Pilrek ini sudah sesuai dengan aturan yang dikeluarkan, tidak terlalu lama. Mengingat saat ini dalam penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), hanya 1 jam,” lanjutnya.

Marthen Patiung mengungkapkan, sesuai arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, rektor terpilih harus mampu berdayakan seluruh sivitas dan lulusannya agar mampu bersaing di tingkat nasional.

Sementara Rektor Terpilih, Stefanus Sio berkomitmen menata dunia pendidikan di Universitas Timor yang lebih baik.

“Kita akan menata infrastruktur dan Sumber Daya Manusia yang lebih baik. Karena kita sudah 20 tahun ada di TTU, NTT tapi guru besar baru ada 1 orang, lektor kepala juga hanya 2 orang. Karena itu ke depan kita akan tata ini, terutama untuk pengembangan SDM, kompetensi kualifikasi dosen, pengembangan kompetensi jabatan fungsional dosen, sehingga ke depan kita memiliki guru besar dan lektor kepala yang banyak”, tandas Stefanus Sio tentang programnya yang akan dikerjakan setelah terpilih sebagai Rektor Unimor 2020 -2024.

Selanjutnya, mengenai jadwal pelantikan rektor terpilih, Senat Unimor sudah menyampaikan ke Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjendikti) untuk bisa dilakukan dalam waktu dekat ini. (jude)

Editor: Jude Lorenzo Taolin

Advertisements

Advertisements

Advertisements