PUISI: Surat Cinta Untuk Maria

Advertisements

SURAT CINTA UNTUK MARIA

1/
Maria, jauh sebelum senja menjatuhkan dirinya pada pelukan malam, aku sudah memperkirakan apa yang terjadi setelah itu
Menyiapkan diri dengan mata lugu sebagai sesal dari setiap kata yang melukaimu berkali-kali. Umpama

2/
Maria, ketika petang datang di tengah hari yang sepih hujan, kulihat ribuan orang memberi hormat padamu membangunkan aku yang tidur dengan luka sebagai manusia lama yang gagal pulang kepadamu
Kudengar mereka berteriak
“Tahun baru telah tiba”

3/
Pilihanku, Maria Tuhan tahu aku sedang meragukannya. Belum pernah kurasakan ragu sehebat ini yang mengguncang keyakinanku yang membuat aku berpikir untuk meninggalkanmu. Bagaimana bila kau berhasil pergi sementara aku, sebagaimana yang kita duga tak lagi menemukan dirimu yang adalah cinta itu?

4/
Maria, perahuku bergerak lamban
Menyusuri pesisir yang dangkal
Belum banyak ombak yang kujumpai untuk mengerti bahwa mencintaimu adalah sebuah pilihan dari segala pilihan

5/
Maria, sebelum Januari yang sebentar lagi tiba
Biarlah aku mencintaimu dengan caraku sendiri
Seperti senja memberat kemudian pergi kepada malam
Sebelum tahun pergi
Sebelum ditutup sebuah hari
Selebihnya mencintaimu pada akhirnya seperti apa saja. Aku ingin mencintaimu lagi seperti tahun lalu

Ledalero, 31 Desember 2019

SEPERTI MERENCANAKAN SEPI

Setelah dengan takzim kata-kata perlahan berhenti seperti bunyi yang pergi kepada entah
Demikian bibir gelas tidak lagi membekas
Merendam duka kata diam
Sepi adalah masalah ketika tak ingin didengarnya perpisahan dengan tergesa kau mencerca di mana perjumpaan adalah rencana untuk berpisah setelah sepih menjadi hal yang tidak disukai

Ledalero, 31 Desember 2019

PEREMPUAN LUGU

: Lenny
Izinkan aku mencintaimu seperti secangkir kopi yang akrab di bawah senja, tentang malam yang tak sebersih pagi tapi menghadirkan mimpi-mimpi yang tak henti kau sukai

Izinkan aku menyayangimu seperti sebuah buku
Yang tak henti-hentinya kau baca dan membiarkan dirimu jatuh pada setiap kata
Sebelum berdebar dalam dadamu
Sampai kutemui kau esok pagi

Izinkan aku menyukaimu seperti bulan
Yang kau kagumi dengan caramu sendiri
Hingga langit berkerudung sebelum cuaca menggugurkan daun dan menghitung sisa-sisa embun

Aku ingin mencintaimu seperti apa saja
Barangkali biarlah aku menjadi abu
Kau tetaplah menjadi apai
Berkali-kali membakar rinduku

Ledalero, 31 Desember 2019

Penyair Sonny Kelen, sekarang tinggal di Unit Gabriel-Ledalero

Advertisements

Advertisements