PUISI: Nomor Telepon

Advertisements

Karya: Sandro Soge Making

“…Sebelum memanggilmu dengan nama seharusnya
Telepon adalah ingatan yang meributkan kepala…”

NOMOR TELEPON

I
DEA: 082236375759

II
Sebelum memanggilmu dengan nama seharusnya
Telepon adalah ingatan yang meributkan kepala

III

Dan jadilah, sebuah jarak seperti catatan angka-angka
Selain beberapa kali menghitung panggilan dan namamu
Semakin gemar dijumlahkan.

2019.

SELAIN SEBELUM PAGI YANG TERBIT

Kau membuka laptop. Berharap sesuatu yang selama ini lelap, memelukmu paling tenang bersama cahayanya. Dingin setelah kau pulang serupa gelap dimana-mana dan terbenam di waktu yang sedikit lagi selesai.
Di hadapanmu, dia menyalakan dirinya. Kau mulai mengetik kata hallo yang menemukanmu masih sebuah dini hari untuk berkenalan pada matahari.

2019.

SUDAH TAJAM SUNYI KE DALAM HATI
-dari interpretrasi bebas sebuah puisi meditasi; Erich Langobelen

“ sekalipun dalam diam
dapat didengarnya keributan
sebagai gelisah paling sepi”
Ada yang lebih tenang
Dan lebih mampu menerjemahkan
Tanda-tanda yang menyerupai Tanya
Dalam diri orang-orang
Selain doa terbentang antara
Dada dan mulut.

Sebatang lilin yang masih tidak ingin
Padam ujung apinya
Di sudut tempat kau merasa lekat dan lelah
Punya kesempatan membayangkan tubuhmu;
Keringat-keringat setelah lepas
Adalah sebuah selesai
Kau mengasah sunyi dari hati
Tanpa luka.

Di lain waktu,
Kunyalakan lilin berikutnya
Sambil kenangan sebilah belati
Seperti runcing kepada cahaya
Di sebuah dapur yang pernah juga
Lahir perkenalan antara aku
Dan mungkin kau dengan api semata

“sampai disini, gelisah tetap ‘tak bisa
aku tanggalkan dari keributan”

Sampai disini, perihal sebuah tajam
Seperti ‘tak bisa melepas
Pada jalan lain paling dalam di dada.
2019.

KAU AKAN MENEMUKAN BANYAK TANDA BACA DAN MATA SAYA YANG MEMBACAMU

“tumpah ruah seluruh kata

Memenuhi dirimu sebuah buku”.

Perpustakaan dan toko buku
Selalu punya rak kosong yang rindu
Kau datang.

Misal,kau tiba dan sunyi
Yang memikat pembaca.

Bahkan kepada orang-orang
Setelah kenal silentium
Di jam tangannya atau dering ponsel
Pada jam 07 pagi (mungkin malam).

Bibir mereka punya banyak ucapan
Aneh tentangmu. Tapi ketika datang,
Berubah yang sebagi jeda. Sangat ringkas.
Mengenalmu lebih serius dari jatuh cinta.

Di antara kau dan mereka ada
Jalan lapang dan membentang.
Pulang dan datang adalah tidak butuh pembatas.
Hanya sebab. Bagaimana bertemu benar-benar
Sebuah pertemuan.

Dan saya hanya punya ludah
Juga bau tembakau tercium dari daun pintu.

Kau risih (semestinya)

Maka maaf. Saya masih tidak lupa untuk
Tidak bisa membacamu sebelum selesai. Dengan dua mata saya, tepatnya.

2020.

Penyair Penyair Sandro Soge Making kelahiran Maumere 10 Mei 1999. Kuliah di STFK Ledalero. Kini berdomsili di Nita, Maumere.

Advertisements

Advertisements

Advertisements