Program 100 Hari Kerja: Menata Kota Kefamenanu Jadi Lebih Bersih, Indah dan Bermartabat

Advertisements

Penataan Kota Kefameananu diantaranya perbaikan lampu jalan dan pembuatan lampu hias, penataan tempat sampah dan pendistribusian sampah, perbaikan jalan dalam kota, distribusi air bersih bagi warga kota serta pembangunan portal.

KUPANG, HALAMANSEMBILAN.COM – Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Timor Tengah Utara (TTU), David Juandi – Eusabius Binsasi berjanji akan menata Kota Kefamenanu, sebagai ibukota Kabupaten TTU menjadi lebih bersih, indah dan ramah bagi semua orang.

“Itu adalah program 100 hari yang akan kami genjot. Tidak terlalu sulit karena Kota Kefamenanu tidak terlalu luas,” jelas Bupati David Juandi kepada wartawan usai mengikuti prosesi pelantikan di Kupang, Jumat (26/2/2021).

Penataan Kota Kefameananu diantaranya perbaikan lampu jalan dan pembuatan lampu hias, penataan tempat sampah dan pendistribusian sampah, perbaikan jalan dalam kota, distribusi air bersih bagi warga kota serta pembangunan portal.

“Termasuk penataan pasar, terminal dan penyediaan fasilitas umum lainnya di dalam kota,” tambah Bupati David Juandi.

Setelah pelantikan, ia akan menggelar rapat koordinasi dengan camat dan para lurah di Kota Kefamenanu, Dandim, Kapolres dan instansi terkait untuk mencari solusi terbaik menata Kota Kefamenanu menjadi kota yang moderen sekaligus kota yang bermartabat.

Kedua, semua pejabat yang berpotensi akan dirangkul. Tidak ada lagi lawan. Perhelatan politik sudah selesai. Sekarang waktunya bersatu padu untuk bekerja melayani masyarakat menuju sejahtera dan berkeadilan sosial.

“Pejabat yang berkinerja bagus, yang kerja keras dan berprestasi, saya pakai dia, meski dia adalah sebelumnya berseberangan dalam Pilkada lalu. Saya sangat menghargai orang yang mau bekerja layani rakyat, bukan memelihara pejabat yang malas, penjilat dan tidak disiplin,” tandas Bupati David Juandi.

Hal ketiga, yang harus ditata dalam 100 hari kerja, lanjut Bupati David Juandi, adalah penegakan disiplin PNS. Ia mengakui PNS di Kota Kefamenanu dan sekitarnya belum disiplin masuk dan keluar kantor.

“Mereka lihat masih terjadi kekosongan pimpinan usai pilkada Desember lalu dan beralasan adanya Covid-19. Ini harus benar-benar ditata, dibina dan bila masih melawan harus ditindak tegas,” tandasnya. (ade/jude)

Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements

Advertisements