Peringati May Day, Presiden Buruh Ancam Bawa Puluhan Ribu Buruh untuk Berdemo

Advertisements

Di Tengah Ancaman Pandemi Covid-19

“Meski sedang pandemi covid-19 kami tidak takut. Meski surat pemberitahuan demonstrasi ditolak Mabes Polri, kami tidak takut. Kami tetap menggelar aksi demonstrasi meski nanti dicaci maki,” tandas Said Iqbal di Jakarta, Rabu (22/4/2020).

JAKARTA, HALAMANSEMBILAN.COM – Kendati sedang dihantam pandemi Covid-19 atau virus Corona, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal berjanji akan memimpin puluhan ribu buruk se-Jabotabek untuk berdemonstrasi saat memperingati May Day (Hari Buruh) 1 Mei 2020 mendatang.

“Meski sedang pandemi covid-19 kami tidak takut. Meski surat pemberitahuan demonstrasi ditolak Mabes Polri, kami tidak takut. Kami tetap menggelar aksi demonstrasi meski nanti dicaci maki,” tandas Said Iqbal di Jakarta, Rabu (22/4/2020).

Ia menegaskan persiapan untuk aksi demonstrasi sudah matang. Tinggal menyempurnakan koordinasi dengan pengurus Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI).

“Aksi demo digelar 30 April di Gedung MPR/DPR RI dan Kantor Menko Perekonomian,” tandasnya.

Iqbal mengatakan, dalam aksi tersebut buruh menuntut tiga hal: menolak Omnibus Law, setop PHK, dan liburkan buruh dengan tetap mendapat upah dan tunjangan hari raya (THR) secara penuh.

Terkait aksi itu, Iqbal mengkritik sikap anggota DPR yang menurut dia tak punya empati kepada buruh dengan tetap membahas Omnibus Law di tengah darurat Covid-19.

Padahal katanya, membahas Omnibus Law RUU Cipta Kerja di tengah wabah pandemi tak memiliki urgensi apapun. Mestinya, lanjut Iqbal, anggota DPR dan pemerintah saat ini membahas darurat PHK yang bisa mengancam jutaan buruh di Indonesia usai krisis akibat virus ini.

“Darurat PHK loh. Ini jutaan orang akan ter-PHK setelah pendemi. DPR kok enggak membahas ini?” ujar Iqbal.

Polda Metro Jaya sebelumnya menyatakan akan menolak setiap permohonan kegiatan berkumpul termasuk, jika ada unjuk rasa selama masa pandemi virus corona, demo pada Hari Buruh Internasional atau May Day.

Penolakan itu tertuang dalam Maklumat Kapolri tentang penanganan virus corona dan diperkuat dengan penerapan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta.

“Dilarang sama sekali apapun yang berkumpul dengan massa, termasuk kalau mau ada demo dalam pandemi apalagi soal ini, kami tidak akan izinkan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Yusri Yunus. (k-1)

Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements

Advertisements