Perampok Berkuasa di Sumba Tengah, Bupati Mengeluh Seakan TNI/Polri Kurang Serius

Advertisements

“Saya tidak tahu kenapa? Kemungkinan cuma dua hal. Pertama, perampoknya yang tidak punya rasa takut kepada aparat TNI/Polri. Kedua, bisa jadi aparat yang kurang berani atau kurang serius memberantas para perampoknya. Mohon maaf ya, jika saya salah. Sebab sampai sekarang tidak ada satu pun perampok yang ditangkap aparat untuk diadili,” keluh Bupati Paulus SK Limu di hadapan Kapolres Sumba Barat, AKBP Michael Irwan Thamsil, S.IK, di sela-sela Acara HUT Bhayangkara ke-73 di halaman Markas Polsek Sumba Tengah, Rabu (10/7/2019).
Ilustrasi sapi

WAIBAKUL, HALAMANSEMBILAN.COM – Bupati Sumba Tengah, Drs. Paulus SK Limu, curhat dan mengeluh kepada Kapolres Sumba Barat, AKBP Michael Irwan Thamsil, S.IK, sebab dalam tiga bulan terakhir aksi perampok dalam pencurian ternak di wilayahnya semakin menggila.

“Saya tidak tahu kenapa? Kemungkinan cuma dua hal. Pertama, perampoknya yang tidak punya rasa takut kepada aparat TNI/Polri. Kedua, bisa jadi aparat yang kurang berani atau kurang serius memberantas para perampoknya. Mohon maaf ya, jika saya salah. Sebab sampai sekarang tidak ada satu pun perampok yang ditangkap aparat untuk diadili,” keluh Bupati Paulus SK Limu di hadapan Kapolres Sumba Barat, AKBP Michael Irwan Thamsil, S.IK, di sela-sela Acara HUT Bhayangkara ke-73 di halaman Markas Polsek Sumba Tengah, Rabu (10/7/2019).

Aksi perampokan yang semakin menggila, curhat Bupati Paulus, bukan saja menggasak ternak besar yang dipelihara masyarakat seperti kerbau, kuda dan sapi, tetapi ternak kecil seperti babi, kambing dan ayam juga disikat.

Aksi perampokan, lanjut Bupati Paulus, terjadi tidak saja pada malam hari tetapi juga pada siang hari. Dan perampokan melibatkan sekitar 20 – 30 orang pelaku dalam satu gerombolan.

“Situasi dan kondisi keamanan, ketertiban dan ketentraman masyarakat di Sumba Tengah sedang berada di titik nadir paling kelam. Karena itu saya minta aparat TNI/Polri bertindak tegas dan memberlakukan Jam Malam mulai pukul 21.00 Witeng,” pinta Bupati Paulus.

Menanggapi curhat dan keluhan Bupati Paulus, Kapolres Sumba Barat, AKBP Michael Irwan Thamsil, S.IK membenarkan jika ketentraman, keamanan dan ketertiban masyarakat mulai terganggu akibat ulah gerombolan perampok yang menyasar ternak peliharaan masyarakat.

“Polisi kesulitan menggiring kasus ini ke ranah hukum karena kendala teknis. Misalnya, warga menolak menjadi saksi padahal mengetahui dan melihat langsung pelaku sedang beraksi. Akibatnya kasus perampokan itu gugur karena saksi tidak ada,” tukas AKBP Irwan.

Kedua, korban tidak mau repot melapor kepada polisi padahal ternaknya sudah dicuri oleh gerombolan perampok. Padahal pencurian merupakan kasus delik aduan. Polisi hanya bisa menindaklanjuti proses hukum jika ada pengaduan dari korban.

“Kendala-kendala teknis itu yang menjadi salah satu penyebab kasus pencurian ternak tidak sampai ke ranah hukum. Kedua, wilayah hukum di Kabupaten Sumba Tengah sangat luas. Sementara jumlah aparat hukum sangat sedikit. Ini juga jadi penghambat polisi memberantas aksi perampokan di Sumba Tengah,” pungkas AKBP Irwan.

Beberapa bulan lalu, Gubernur NTT Viktor B. Laiskodat, juga mengancam akan menindak tegas para perampok ketika berkunjung ke Pulau Sumba. Sebab ia kesal mendengar aksi perampokan ternak yang menggila di pulau yang gersang tersebut. Namun ancaman itu hingga sekarang belum direalisasikan melalui aparat hukum setempat.(k-7)

Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements