PARADE PUISI PENYAIR SONNY KELEN – Di Ruang Isolasi

Advertisements

… Langkah pamit para perawat
Nafas pamit para pasien gawat
Serasa mencabut jiwa berluka
Dalam tangis paling merah…

Di Ruang Isolasi

Di antara ranggas kelopak-kelopak jiwa
Lahir kata-kata
Menjelma suara penuh air mata
Begitu banyak mata cairan darah
Begitu banyak luka alirkan darah
Begitu banyak harapan mati
Terkubur bersolek di kesia-siaan
Sunyi sendiri
Sia-sia akrab dengan diri
Suara tangis bayi-bayi
Langkah pamit para perawat
Nafas pamit para pasien gawat
Serasa mencabut jiwa berluka
Dalam tangis paling merah
Kau lihat, Tuhan
Tubuh kami rindu untuk pulang
Pada tempat yang Kau namakan rumahMu
Sebab merah sekali rindu ini
Seperti kucing hitam
Mengeong dalam malam
Memperhitam hati pekat

Percakapan Di Ruang Isolasi

Sebelum mendidihkan sunyi
Pada perpisahan yang terlalu dini
Di ruang isolasi terjadi percakapan begini:
“Apakah kau selalu merindukan aku?”
“Ya”
“Seperti hujan yang jatuh
Sebelum menjelma titik pada kaca?”
“Tidak”
“Lalu”
“Seperti tidurmu yang nyeyak
Menghitung sisa-sisa mimpi
Yang diam di matamu
Sebelum aku membangunkanmu esok pagi
Walau kau masih setia menghitungnya”
“Seperti dingin sebuah bangku
Menunggmu sepanjang musim berlalu
Sebelum bulan menjelma tahun
Menghitung sisa-sisa kenangan”
“Mengapa begitu?”
“Karena merindukanmu
Adalah cara menemukanmu
Bahkan kehilanganmu pun masih kutemukan dirimu”
Setelah itu terdengar tangisan
Menggema di kaki langit

Pulang

Pada sebuah diam
Di musim yang pergi
Kerdip lilin seperti pelita
Jatuh di pusaran waktu yang tua
Pada cahaya yang mereka percaya
Dari waktu ke waktu menguning
Mereka jadi mengerti
Hari yang tua, yang tak berarti
Bukan alasannya untuk pulang
Yang dinamakan kematian

Barangkali

Barangkali tidur adalah alasan menenun mimpi
Seperti penyair hidup di antara teka-teki
Dan permainan kata-kata
Mati di antara ketenangan
Sebelum di kekalkan namanya dalam ingatan
Barangkali hidup itu ibarat secangkir kopi
Pahit yang tidak selamanya menyakitkan
Dan hitam yang tidak selamanya kotor
Karena apa pun pengalaman hidup
Yang kau alami
Kau belajar sesuatu darinya
Barangkali seperti barangkali
Sebuah pengandaian yang tak terselesai
Di andaikan pada sesuatu yang belum terjadi
Dalam lingkaran tak berujung

Penyair sekarang tinggal di Unit Gabriel STFK Ledalero Maumere-Nusa Tenggara Timur (NTT)

Advertisements

Advertisements

Advertisements