PARADE PUISI Penyair Sonny Kelen dari Ledalero

Advertisements

Penyair Sonny Kelen adalah anggota Komunitas Sastra Kotak Sampah Novisiat SVD St. Yosef Nenuk. Ia sekarang tinggal di Unit Gabriel Ledalero

PERIHAL MENCINTAI

Suatu sore di beranda rumah ketika rindu tergesa kemarau ada saja yang pergi
Ada saja yang kemari hal mencintai yang tak batas.
“apakah kau mencintai aku?”
“ya.”
“seperti tahun yang berlalu setelah pergi sebuah hari.”
“tidak”
“lalu?”
“seperti percakapan di waktu malam setelah akrab sebuah payung meneduhkan gerimis yang lugu.”
***
“seperti senja yang tak habis di kagumi
kemudian pergi kepada malam.”
***

Mengapa begitu?
“karena cinta menjadi memahami yang tak Terselesai.”

Ledalero, 2019

ALASAN KAU PERGI

Setelah pergimu yang luka
Tentu tak akan kutikam aroma tubuhmu di sini
Sebab telah kupilih sungguh
Mempercayaimu dari jarak terbilang jauh
“sesungguhnya aku rapuh”
Hanya itu kata yang kudengar setelah kejujuranmu hanyalah alasan untuk kau pergi

Ledalero, 2019

JIKA AKU PERGI

Jangan bertanya; sudah pergi?
Tidak ada yang betul-betul tinggal
Aku cuma memberi diriku kesempatan berharap dan percaya

Jangan suruh aku tinggal
Aku tidak akan mengunjungi rumahmu tempat sebelum kau tahu bahwa aku benar-benar pergi

Jika aku pergi tersenyumlah karena usahaku menyakinkanmu hanyalah kesia-siaan
Tidak ada yang abadi di dunia ini
cumah senyum yang tak berakhir

Ledalero, 2019

PESAN SEORANG KORUPTOR KEPADA ISTRINYA

Di ruang tamu waktu pagi
Setelah hitam segelas kopi
“Bu, kurangi belanja bulananmu ya?”
“lho, memangnya kenapa pak?”
“Negara kita lagi sakit jadi tidak ada duit untukdi curi.”

Ledalero, 2019

Advertisements

Advertisements