PARADE PUISI Penyair Sonny Kelen dari Ledalero

Advertisements

Penyair Sonny Kelen sekarang tinggal di Unit Gabriel Ledalero. Penyair  juga merupakan anggota Kelompok Menulis Koran (KMK) Ledalero.

MENUNGGUMU PULANG

Aroma tubuhmu masih tergenang di sini
Tempat terakhir aku melihat tubuhmu hilang pada tikungan rumah ini
Setiap detik pada tebingnya yang curam
Ada keyakinan selalu hadir sebagai teman baik untuk percaya
Dia kan pulang buatmu
Bunyi tik-tok jam dinding menjadi akrab denganku
Sebab tidak ada yang mampu di benah sebagai hadirmu yang di tunggu
Bayangkan jika berkali-kali aku menunggumu adalah harapan kau tak pernah melihat air mata jatuh dari mataku yang pedih
Karena itu kau tidak pernah bosan-bosan membuatku menunggu
Aku akhirnya mengerti
Menunggu seperti belati sebuah janji jika harus aku pilih
(barangkali menunggu seperti mengisahkan jejak yang dalam semacam luka yang tak kunjung kering)

Ledalero, 2019

 

PERIHAL RINDU

Jika rindu adalah sebuah kecanduan
Ijinkanlah aku menulis puisi tentang rindu
Dalam kata paling miskin sebagai tamu yang mewakili hati yang kaya

Ledalero, 2019

 

MENGENANG KENANGAN

Malam ini mengingatkan aku tentangmu
Yang hidup sebagai kenangan seperti kaki air
Tiba-tiba membasahi kepalaku dengan pertanyaan mengapa pergi?
Aku masih di sini memeluk kenangan yang berwajahkan wajahmu
Terasa sesak tatkala tertatap
Mungkin menjadi dingin jadi penawar
Yang kemudian menghabiskan kenangan tentangmu di malam yang lain
Sebab mencintai berarti memahami yang tak terselesai

Ledalero, 2019

 

HARAPAN KEPADA SECANGKIR KOPI

Sudah larut malam sayang
Berdamailah dengan dirimu
Agar besok setelah pagiku rekah
Aku ingin kau yang tersaji dalam cangkir ini menjadi kopi rindu untukku

Ledalero, 2019

Advertisements

 

Advertisements