PARADE PUISI Penyair Itho Halley dari Ledalero

Advertisements

Penyair Itho Halley, lahir di Magepanda, 24 Agustus 1998, bergiat di Komunitas Sastra Kotak Sampah, Nenuk. Penyuka kata, sekarang tinggal di unit Mikhael-Ledalero.

 

 

WANITA KOPI

: Mama Erosvita

Wanita tangguh pembuat kopi yang setia
Meletakan cangkir dari isi hatinya
Dan kopi dari ceruk matanya yang terlampau tabah
Sejak Sembilan bulan lalu menyimpul doa buat rahimnya
Wanita yang setia menghidangkan kopi
Pada bekas-bekas telapak tangan yang keriput
Sebab terlampau lamah menyisiri rambut kepalamu
Wanita yang membenamkan rindu di dasar kopi saat senja
Dari susut matanya yang hampir senja
Ia masih setia mengamini langkahmu
Semoga anak-anak ku masih suka dengan kopi buatan ku saat senja
Kalau toh mereka lupa
Tuhan, tolong ingatkan mereka bahawa aku menimbun rindu di dasar kopi
Dan senja adalah bahasa dari raut wajahku yang setia

Mikhael , 12/09/19

 

KALAU SEDANG NAIK

:Tuan-tuan Kepala

I)
Kamu tahu teman merokok ku yang dari timur
Seperti kena sakit ayam
Kalau lagi naik harga sembako di tanah ibu
II)

Sudalah turunkan harga kemiskinanya
Sebab tahunya kamu hanya tertidur pulas saat mereka meminta-minta

Nenuk , 16/04/19

 

WANITA DI POJOK KAMAR

Mariam ,
Wanita dengan sinar rembulan pada ceruk matanya
Diam di pojok kamarku
Ia ramah setiap kali kami melempar pandang
Sejenak aku berpikir bahwa aku jatuh cinta
Saat kata hati ku patah-patah merapalkan sebait puisi untuknya bila malam tiba
“Ave Maria, gratia plena Dominus tecum
Benedicta tu in mulieribus et benediktus fructus ventris tui Jesus .Amen”

Nenuk, 16/10/18

 

PETUAH KOPI

Kopi yang kuseruputi malam-malam
Sudah diganti ayah dengan air dari mukanya
Kata ayah sambil mengepul tembakonya:
“Nak jangan sampai kamu terlarut dalam pekat kopi
Karena aroma rindunya sesak di kepalamu”

Mikhael , 14/09/19

 

KOPI BUATAN INANG

: Bunda

Aku dan kopi adalah malam dan Tuhan
Menyeruput pekat kopi
Sampai ludas segala kunang-kunang yang melekat pada dasar kopinya
Malam ku sedang melamun dari kopi buatan tangan Inang
Dan cangkir kopinya adalah sepi yang bising pada isi batok kepala
Antara bayang-bayang kunang-kunang dan Tuhan
Inang aku sepi pada kopiku yang hampir dingin
Sudalah aku tuntaskan dulu kopiku dan Tuhan

Mikhael ,16/09/19

 

KOPI CULPA

Pekat kopiku adalah malam tanpa Tuhan
Merindu di bibir cangkirku yang lamun
Tinggal menyeduh seketika aroma dosa membumbung
Kopiku belum tuntas bikin ketagihan

Magepanda , 06/07/19

 

SELEPAS COMPLET

: claudia

Ritual menatap kaca jendela
Dengan lampu kamar

Mendapati Tuhan berwajah ganda
Mungkinkah Tuhan?

Nenuk , 16/06/19

 

MATA SOPHIA

Malam kemarin
Aku tersesat dalam cantik bulan mata puisimu
Sabab isi kepalaku kehabisan kata

Nenuk ,05/05/19

Advertisements

 

Advertisements