PARADE PUISI – Orang-Orang Pinggiran

Advertisements

KARYA: EPI MUDA

“…Haus dan lapar adalah ujian sekaligus ujud doa singkat seruan diri untuk diubah
Mereka tak seperti angin-angin sepoi-sepoi basah yang hanya menidur rindu dalam kening
Selebihnya mereka adalah senja yang selalu menantikan malam…”

Orang-Orang Pinggiran

Sakit mereka berlalu menyakitkan difonis dalam dekapan pemerasan
Penyimpangan dari tuan-tuan mengebuh-gebuh merekontruksi locus yang relevan
Rayap-rayap terus merayap menggrogoti tubuh mereka yang kian lusuh
Tangisan mereka melantumkan nada-nada rindu untuk bebas
Hidup mereka seakan digebrek sekam padi

Haus dan lapar adalah ujian sekaligus ujud doa singkat seruan diri untuk diubah
Mereka tak seperti angin-angin sepoi-sepoi basah yang hanya menidur rindu dalam kening
Selebihnya mereka adalah senja yang selalu menantikan malam
Kemalangan orang-orang pinggiran kali ini adalah nafas yang terus menghidupi tubuh
Tubuh manusia bukannya kedipan mata yang menenangkan seribu masalah dalam ingatan
Mereka adalah orang-orang yang mengantar tuan berdiri tegap di depan kantor bertingkat.

Unit Gabriel, 2020

Kursi Tua di Ruang Kuliah

Buku dan pena tersenyum miris di atas kursi tua di ruang kuliah
Lantaran tempat aku meletakan pantat debuh masih melekat
Kursi tua itu hanyalah benda mati dan layak debuh hinggap
Lebih dari itu kursi tua adalah ilmu itu sendiri
Tanpa meletakan tangan di atas lembaran-lembaran kertas
dan duduk tenang, ilmu selalu sungkan untuk membagi
Kata pepatah lama “ kursi adalah gudang ilmu selain buku-buku”

Unit Gabriel, 2020

Jaga Jarak

Deburan rintik membui menamakan diri corona
mampu menjebatani antara kita, kau dan aku
Aku menjijit ratusan kesal yang selalu mengesalkan butiran-butiran air mata
Air mata menjaga jarak bukanlah rintihan akan perpisahan tapi mematahkan waktu
Corona mematahkan detak jantungku untuk menelan seribu nama dalam ingatan
Entahlah air hujan pagi itu melumur tubuhku sehingga ada ranum yang meranum
Sebagiannya ada dalam posisi menjaga jarak
itu kau harus paham
Dan di ujung tebaran senyummu, aku adalah pena yang sedang tertulis dalam mimpimu

Unit Gabriel, 2020

Tali Sepatu

Sarapan pagi sekadar umpan lambung
membopong buku-buku kuliah
aku lupa
tali sepatuku hilang satu
ternyata aku tinggalin di ruang kuliah kemarin
dan itu adalah tali pusatku

Unit Gabriel, 2020

Penyair Epi Muda, Mahasiswa STFK Ledalero. Ssekarang tinggal di Unit Gabriel.

Advertisements

Advertisements

Advertisements