PARADE PUISI – Membaca Injil di Kota Penuh Covid

Advertisements

Karya: Yohan Mataubana

Sementara kau tahu injil adalah kenangan benci
Satu-satunya kamus yang berapi
Membaca hatimu yang sedang patah hati.

Membaca Injil di Kota penuh Covid

Injil kubawa menyusuri semak dan semarak
Di kota -kota persinggahan dimana pernah ada cinta dan benci orang cina beserta mayat -mayat kecemasan.

Kuberangan sembari menyibak angin
masa dan lalu yang diam – diam selalu mati
jadi kata lalu yang berlalu di matamu.

Di kota – kota penuh kenangan covid itu
Aku masih saja berdiam dengan sepasang kaki degil yang mengigil ditinggal dengki
Dan kau berharap (kupahami itu)
ketika aku membaca injil pada bentangan jalan penuh kenangan sepi
bebaris doa akan mensyukuri kedua bola matamu

Sepasang kakiku masih penuh degil
menggigil karena membaca kesepian
Berjatuhan bagai nada do,re,mi pada tubuh kitab dan tabib

Sementara kau tahu injil adalah kenangan benci
Satu-satunya kamus yang berapi
Membaca hatimu yang sedang patah hati.

         Michael,  01/09/2020

Menghapus Senja Pada Deru Mata

Aku ingin mencium aroma obat rambutmu
Dan berjanji kepada hujan
Untuk tidak menghujam cinta di pesisir
Waturia
Sebab matamu kupandang sebagai
Dera ombak yang menombak dada
Sedang deru kata-kata berdetak
mengingat senja jatuh
Sementara hujan tak mau rubuh
Di tubuhmu bebaris rindu itu tumbuh

        Waturia, 2020

Belenggu Covid_19
:rky03

Usia covid semakin tinggi
Saya mau bertepi
Barangkali ke peti mati
Di mana ada hati dan rindu yang berapi

Supaya kamu pahami lagi
Jarak dan kegelisahan ini
Seperti detak jantungku
Tak bisa berhenti
jika suara nadimu pergi.

       Michael, 2020.

Yohan Mataubana adalah pegiat sastra di komunitas Aletheia. Tinggal di unit Michael. Sedang menempuh pendidikan di STFK Ledalero, Tingkat 1.fb: Yohan Mataubana

Advertisements

Advertisements

Advertisements