PARADE PUISI – Kubur Keramat

Advertisements

Karya: Epi Muda

Pada kubur yang lapuk, kau bersilat dengan senyum tipis
“aku mendahului kamu ke seberang jalan”

Ilustrasi kuburan tua

Kubur Keramat

Waktu meretas rindu pada sebuah lentik jari telunjuk
melampirkan senyum membasahi jiwa
tersungkur, telungkup, bertelut pada puingan kata-kata

Lalu di ujung bibir langit yang muram kau bertengger asyik
mengecup dahan-dahan yang telah brlumut dengan kecupan mesrah

Pada hamparan rumput kering, di atas telapak batu
kau bertelut mencicip bau pesing yang sedari kemarin
anak-anak kencing bergiliran

Lumpur terus mengendap pada bahumu yang retak
dengan nyala lilin kemuning

Pada kubur yang lapuk, kau bersilat dengan senyum tipis
“aku mendahului kamu ke seberang jalan”

Unit Gabriel, 2020

Vademecum

Mimpi meretas pagi memeluk kening yang berkerut
mendandan senyum dalam kata-kata
terlampau keras hidup ini
sejengkal pun tak mudah untuk diraih

Sehelai kain membalut tutup sekujur tubur
berdandan senyum gingsul

Pada emperan pagi sekelumit senyum simultan
dalam belaian hangat sang pengembara uzur

Kaki melangkah enggan tak mau
perjalanan cukup jauh sehingga kau memberi nama Emaus.

Unit Gabriel,2020

Muzafir Gila

Mataku selalu ditelanjang oleh kata-kata cacianmu
karena aku berprasangka compang-camping
tapi ingatanmu terlalu lemah
tidak mampu tampung setiap sajak-sajak yang aku titipkan

Kau selalu ukur jalanku sebagai muzafir gila
muzafir gila karena terus berasangka
muzafir tak tahu teropong suasana dalam belaianmu
terus saja kau bertanya ampas kopi yang kau titipkan pada bibirku

Tapi kali ini aku bilang, aku adalah muzafir gila
gila karena puisimu yang penuh sajak lebih keras
dan hari ini aku tidak tutup kedua bola mataku
aku terus menjadi muzafir gila yang selalu tafsir setiap
sajakmu dengan cicipan bau amis pada lereng kupingmu

Kau yang terus ngomel
aku titipkan namaku, muzafir gila

Unit Gabriel, 2020

Penyair Epi Muda, Mahasiswa STFK Ledalero. Sekarang tinggal di Unit Gabriel. Ia anggota Sastra Kotak Sampah, sering menulis dan karyanya pernah terbit di Pos Kupang, Warta Flobamora, dan Vox NTT.

Advertisements

Advertisements

Advertisements