PARADE PUISI KARYA PENYAIR MUDA AULIA VITARI

Advertisements

Rindunya datang bersama rinai hujan
Membiarkan rintik sendu
Yang pilu memenuhi relung qalbu
Mengulang kembali kisah lalu
Kasih yang begitu cepat berlalu

SESAL

Hari-hari kian berlalu
Tiap detik telah berlabuh
Hela nafas menjelma rindu
Sesak di dada kian menghujam
Tanpa tangan yang merengkuh
Tiada senyum penegar hati
Hilang semua darimu peduli

Kamu pergi…
Bahkan mungkin tak sudi kembali
Pada hati, pada jiwa
Yang dengan egonya pergi
Tanpa berpikir jernih


Sumatera Selatan, 2020, Li

EGO

Bukan cinta yang jahat
Tapi hati yang salah menempat

Bukan cinta yang sadis
Hanya saja, diri yang selalu
Ingin manis tanpa tangis

Bukan cinta yang membuat luka
Tapi ego yang banyak maunya
Hingga kecewalah akhirnya

Sumatera Selatan, 2020, Li

TAKDIR

Hidup bagai rinai hujan
Jatuh, terjun bebas
Pada luasnya lautan
Bermula dari tepian
Namun waktu selalu menuntun
Mengalir, mengikuti kemana saja
Arus membawa pergi
Berjuang melawan ombak
Terhempas tegarnya karang
Hingga akhirnya berlabuh
Pada sebuah pulau yang menjadi tuju
Menghabiskan waktu, hingga
Hilang tubuh, kembali pada tanah
Lalu tergantikan, oleh rinai
Hujan yang baru

Sumatera Selatan, 2020, Li

SEMOGA

Dalam sabana penantian
Melangkah meski dalam malam
Mendaki gurun nan curam
Harap kasih ‘kan tersampaikan

Sumatera Selatan, 2020, Li

OPTIMIS

Walau kadang hidup

Bagai “bulan di siang hari”
Namun bila sang malam tiba
Ia akan menjelma sangat berarti

Sumatera Selatan, 2020, Li

PENANTIAN

Bilakah kisah ini berlabuh
Berhenti dari pelayaran samudera
Sungguh, telah banyak
Kelasi yang mati
Namun perjalanan tiada henti
Sampai kapan?
Akankah saat “Sang Nakhoda”
Ikut binasa, kapalnya
Tetap membelah luasnya
Samudera Cinta

BACA JUGA:  CERPEN: Aku Yang Terbuang

Sumatera Selatan, 2020, Li

INGATAN

Rindunya datang bersama rinai hujan
Membiarkan rintik sendu
Yang pilu memenuhi relung qalbu
Mengulang kembali kisah lalu
Kasih yang begitu cepat berlalu.

Sumatera Selatan, 2020, Li

AWAN HITAM

Awan hitamnya menghilang
Pertanda sang mentari
Akan segera datang
Namun entahlah, pagi ini

Tak secerah biasanya
Mungkin alam yang
Sedang tak bergairah
Atau mungkin, ikut berduka
Atas tiap-tiap hati
Yang tengah patah.

Sumatera Selatan, 2020, Li

HARAPAN

Mungkin cinta yang ada
Di hatimu bukanlah untukku
Tapi, aku tidak akan menyerah
Terus meminta dan berharap
Kepada Sang pemilik hati
Semoga kelak, dia bersedia
Membolak-balikan hatimu
Untukku

Sumatera Selatan, 2021, Li

Salam Hangat Dari Pulau Sumatera
Untuk yang jauh di mata
Namun dekat dalam dekap doa
Salam Hangat Saudara Satu Negara

BIODATA
Nama : Aulia Vitari
TTL : Baturaja, Sumatera Selatan. 07 Februari 2005

Advertisements

Advertisements