Pagi Ini Jaksa Penyidik Periksa Istri Mantan Walikota Kupang

Advertisements

Terkait Kasus Jual-Beli Sebuah Pulau di Labuan Bajo

“Memang benar, Ny. Salean akan diperiksa tim penyidik jaksa sebagai saksi. Ia diperiksa karena diduga mengetahui banyak tentang kasus penjualan sebuah pulau di Labuan Bajo, Manggarai Barat. Sebab ada 30 hektare lahan milik Pemkab Manggarai Barat yang telah dialihkan kepemilikannya menjadi milik pribadi oknum pejabat dan pengusaha dalam wujud penerbitan sertifikat hak milik (SHM). Ini yang menjadi fokus penyelidikan jaksa,” jelas Kasie Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim, S.H, saat dihubungi Kamis pagi.

KUPANG, HALAMANSEMBILAN.COM – Menurut rencana, Kamis (8/10/2020) pagi ini, tim penyidik Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) akan memeriksa sejumlah pejabat di Kantor Wilayah Badan Pertanahan (Kanwil BPN) NTT.

Salah satu pejabat yang bakal diperiksa pagi ini adalah Ny. Resdiana Salean-Ndapamerang, istri dari mantan Walikota Kupang, Jonas Salean.

Ny. Resdiana Salean-Ndapamerang adalah pejabat setingkat Kepala Bagian di Kanwil BPN NTT.

“Memang benar, Ny. Salean akan diperiksa tim penyidik jaksa sebagai saksi. Ia diperiksa karena diduga mengetahui banyak tentang kasus penjualan sebuah pulau di Labuan Bajo, Manggarai Barat. Sebab ada 30 hektare lahan milik Pemkab Manggarai Barat yang telah dialihkan kepemilikannya menjadi milik pribadi oknum pejabat dan pengusaha dalam wujud penerbitan sertifikat hak milik (SHM). Ini yang menjadi fokus penyelidikan jaksa,” jelas Kasie Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim, S.H, saat dihubungi Kamis pagi.

Sebelumnya diberitakan, seorang oknum pejabat dan ‘anak buahnya’ secara diam-diam telah menjual sebuah pulau di Kawasan Pariwisata Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT kepada sejumlah pejabat dan pengusaha di Kupang, Denpasar dan Jakarta.

Akibat penjualan pulau tersebut, negara dirugikan sekitar Rp 3 Triliun. Dan di pulau itu ada lahan seluas 30 hektare milik Pemkab Manggarai Barat yang juga ikut dijual secara diam-diam.

Terkait kasus ini, tim penyidik Kejati NTT telah turun ke TKP bulan September 2020 lalu untuk memeriksa sejumlah saksi. Tim ini diketuai langsung Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, DR. Yulianto, S.H, M.H.

Tim ini juga telah memeriksa Bupati Manggarai Barat, Drs. Agustinus Ch. Dula, M.Si. Hasil pemeriksaan ini menyebutkan Bupati Manggarai Barat mengakui terus terang kalau lahan seluas 30 hektar di pulau itu telah dijual ke sejumlah pejabat dan pengusaha. Namun ia mengaku tidak tahu siapa yang menjual lahan tersebut. (k-1)

Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements

Advertisements