Pagi Ini FKUB Serahkan Surat Protes ke Bupati TTU, Begini Isi Suratnya

Advertisements

“Kami sudah di ruang tunggu Kantor Bupati TTU. Mau bertemu Bupati TTU untuk serahkan surat protes dari FKUB Kabupaten TTU,” jelas Ketua FKUB Kabupaten TTU, Romo Geradus Salu, PR, Jumat pagi.

Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) Kabupaten TTU bertemu Bupati Raymundus Sau Fernandes SPt di Kantor Bupati TTU

KEFAMENANU, HALAMANSEMBILAN.COM – Menurut jadwal, Jumat (11/9/2020) pagi ini, Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) akan bertemu Bupati TTU guna menyampaikan surat protes.

Surat protes itu berisikan protes keras atas rencana kegiatan sosial kepemerintahan dan kemasyarakatan yang digelar Pemkab TTU, yang berpotensi terjadinya penyebaran virus Covid-19 dan atau menciptakan clutser baru penyebaran virus Covid-19 di Kabupaten TTU.

“Kami sudah di ruang tunggu Kantor Bupati TTU. Mau bertemu Bupati TTU untuk serahkan surat protes dari FKUB Kabupaten TTU,” jelas Ketua FKUB Kabupaten TTU, Romo Geradus Salu, PR, Jumat pagi.

Berikut isi surat protes tersebut.

Bahwa untuk peningkatan kewaspadaan masyarakat agar terhindar dari wabah ini, maka Pemkab TTU telah melibatkan berbagai komponen masyarakat, termasuk Forum Komunikasi Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Timor Tengah Utara, juga telah memberikan masukan-masukan konstrukitif atas Regulasi Penangnan dan Penanggulangan COVID-19 melalui Penerbitan Peraturan Bupati (PERBUP) Timor Tengah Utara Nomor 59 Tahun 2020 TENTANG PEDOMAN TATANAN NORMAL BARU PRODUKTIF DAN AMAN CORONA VIIRUS DISESASSE 2019 (COVID-19) DI KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA, tertanggal 18 Juni 2020.

Dalam Perbup tersebut secara rinci diuraikan tentang Protokol Kesehatan Tatanan Normal Baru Produktif Hidup Bersih dan Sehat, penyiapan fasilitas/ sarana pelaksanaan protokol kesehatan, penggunaan masker, mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir, menjaga jarak dan menghindari kerumunan paling banyak 30 orang.

Perbup itu telah disosialisasikan dan dilaksanakan dengan tertib dan bertanggung jawab oleh FKUB dan menjadi bagian dari tatanan perilaku dan hidup baru pada setiap unit pelayanannya, baik itu pada unit pelayanan pendidikan (sekolah-sekolah) maupuan kegiatan-kegiatan keagamaan sesuai dengan pedoman protokol kesehatan dalam PERBUP Nomor 59 tahun 2020: Tentang Pedomana Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Corona Virus Diseases 2019 (COVID-19).

Ternyata di tengah upaya keras pemerintah bersama masyarakat keluar dari Wabah Virus CORONA dan memulai tatanan hidup baru di tengah pandemi CORONA yang terus menelan korban tanpa diketahui masa berakhirnya virus tersebut, kita di Kabupaten Timor Tengah Utara dikejutkan dengan sejumlah kebijakan Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara yang kontra produktif, dengan akan melaksanakan Pameran Pembangunan, Expo dan Pasar rakyat serta Pacuan Kuda pada tanggal 12 September 2020 sampai dengan tanggal 15 September 2020, sebagimana yang disampaikan oleh PLT Sekda Kabupaten TTU yang dilansir sejumlah media cetak dan media online beberapa waktu lalu.

Kini tengah gencar dipersiapkan pelaksanaannya di halaman depan kantor Bupati Timor Tengah Utara, serta undangan Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Timor Tengah Utara kepada sekolah-sekolah di seluruh Kabupaten TTU untuk berpartisipasi dalam sejumlah turnamen Olahraga; bola voli, futsal, parade drum band dan gerak jalan, yang dapat melibatkan banyak siswa-siswi tingkat SD/SMI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA, dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun Kota Kefamenanu, sebagai ibukota Kabupaten Timor Tengah Utara Ke-98.

Kebijakan Pemkab TTU tersebut sungguh kontra produktif karena pada prinsipnya bertentangan dengan sikap dan keinginan baik dari Pemerintah Kabupaten TTU sendiri untuk menjaga dan melindungi seluruh rakyat Kabupaten TTU dari ancaman wabah virus Corna-19 sebagimana yang telah ditegaskan dan diatur oleh Bupati TTU dalam Peraturan Bupati TTU.

Oleh karena itu FKUB Kabupaten TTU mendesak Pemkab TTU untuk segera:

Pertama, Pemkab TTU harus memberikan jaminan rasa aman bagi umat/masyarakat TTU dalam tatanan hidup normal yang baru ini dari ancaman wabah virus Coroa-19 dengan konsisten menegakkan hukum dan melaksanakan Perbup Nomor 59 Tahun 2020, dengan membatalkan rencana pelaksanaan Pameran Pembangunan, Expo dan pasar rakyat serta Pacuan Kuda pada tahun 2020 .

Kedua, Pemkab TTU wajib memberikan perlindungan yang terbaik bagi anak, dengan tidak melaksanakan sejumlah kegiatan olahraga dan tournamen yang melibatkan siswa-siwi Taman Kanak-Kanak, SD/MI,SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA se-Kabupaten TTU, sebagaimana surat Kepala Dinas PKO Kabupaten Timor Tengah Utara, Nomor 426.5/ 926/ Dispora tanggal 09 September 2020.

Ketiga, lembaga atau Institusi Negara Penegak Hukum Daerah Satuan Polisi Pamong Praja Pemkab TTU wajib melaksanakan Fungsi Pengawasan dan Penegakan Hukum Peraturan Bupati (PERBUP) Timor Tengah Utara No. 59 tahun 2020: TENTANG PEDOMAN TATANAN NORMAL BARU PRODUKTIF DAN AMAN CORONA VIIRUS DISESASSE 2019 (COVID-19) DI KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA, tertanggal 18 Juni 2020.

Keempat, lembaga atau Institusi Negara Penegak Hukum Kepolisian Negara Republik Indonesia Resor Kefamemanu melakukan penegakan hukum atas setiap pelaksanaan kegiatan di masa era pandemi Covid-19 yang melanggar hukum kesehatan sebagaimana diatur dalam pasal 212 dan pasal 218 KUHP.

Tembusan surat disampaikan juga kepada Presiden RI Joko Widodo, Ketua MPR/DPR RI di Jakarta, Mendagri RI di Jakarta, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Pusat di Jakarta, Kapolri di Jakarta, Gubernur NTT di Kupang, Ketua DPRD NTT, Kapolda NTT, dan sejumah pihak terkait lainnya. (jude)

Editor: Jude Lorenzo Taolin

Advertisements

Advertisements

Advertisements