OPINI – Pendidikan Karakter di Nusa Tenggara Timur (Sekelumit Pengalaman Perjumpaan)

Advertisements

Oleh: Suhada, S.Pd, M.Pd.

Saya menyadari bahwa ternyata persaudaraan dan toleransi menjadi kekuatan yang membimbing saya untuk berdamai dengan sang waktu panjang selama di Nusa Tenggara Timur. Kesan saya daerah ini boleh beriklim keras tapi itu bukan gambaran bahwa daerah ini menolak pikiran maju dan jiwa-jiwa inovatif untuk berkembang dalam membangun kemitraan di segala segi kehidupan di Nusa Tenggara Timur.

Ilustrasi semangat persaudaraan

Saya merasa bersyukur dan bangga karena diberikan kesempatan untuk berbagi tentang sekelumit sejarah Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam kurun waktu dan era yang berbeda, tentang nuansa proses pendidikan yang sangat berkarakter. Hal ini dapat saya buktikan bahwa NTT memang menjadi Icon daerah di Nusantara tercinta ini dengan berbagai keunikan dan cir khas yang berbeda dengan wilayah dan daerah lain,

Gambaran umum yang terlintas adalah Nusa Tenggara Timur berkarang, dimana semua wilayah dihiasi dengan batu karang yang kokoh. Tapi makna dibalik batu karang itulah yang menempa para pencari Ilmu untuk melangkah pasti dan memastikan mampu bertahan diantara gugusan karang. Ada banyak cerita yang menuntun kearah fakta bahwa giat pembangunan di Nusa Tenggara Timur tidak kalah bersaing dengan daerah-daerah lain di Wilayah Kesatuan Republik Indonesia.

Pengalaman saya pribadi di era 90-an, jika kembali membandingkan gerak dan laju perubahan terutama di bidang pendidikan, menunjukan warna yang sangat berbeda. Dapat dikatakan nuansa pendidikan Nusa Tenggara Timur dulu dan sekarang benar-benar membuat kagum dan pantas menjadi persembahan bagi daerah ini.

Saya bukan orang Nusa Tenggara Timur tetapi pernah merasakan dan melibatkan diri dalam proses pendidikan di Nusa Tenggara Timur. Proses dan perjalanan pendidikan itulah yang menjadi fokus saya dalam menuliskan sebuah kisah penting yang tanpa disadari itu adalah karakter dunia pendidikan di Nusa Tenggara Timur.

Sekitar 4 (empat) tahun saya bersama saudara-saudara hebatku di Nusa Tenggara Timur, rasanya cukup melecut keberanian saya untuk bersaksi bahwa perjuangan pembangunan di Nusa Tenggara Timur adalah perjuangan yang sangat luar biasa, dimana para tokoh pemuda dalam wadah berbagai macam organisasi membuat gebrakan yang membuktikan bahwa Masyarakat Nusa Tenggara Timur patut dibanggakan.

Demikian halnya dukungan para Senior yang memberikan peluang besar pada angkatan muda untuk terus melaju dan berpacu dengan penuh semangat untuk berkiprah dan mengambil bagian dalam proses perubahan dan perkembangan daerah sesuai dengan bidang keahlian masing-masing. Inilah yang dimaksudkan dengan ciri khas yang dimiliki masyarakat di Nusa Tenggara Timur dan saya pastikan ini adalah kekuatan terbesar agar masyarakat Nusa Tenggara Timur untuk lebih maju.

Harus diakui bahwa hal ini jarang ditemukan di daerah lain, sementara di Nusa Tenggara Timur hampir di semua wilayah kabupaten para anak mudanya telah memberikan warna dalam kegigihannya menunutut ilmu dan sebagainya dengan sokongan moral dan material yang luar biasa dari pemerintah daerah masing-masing.

Sebagai orang yang bukan asli NTT, gambaran awal saya adalah, orang-orang di daerah ini memiliki watak yang keras sebelum saya hidup dan menetap bersama mereka di Nusa Tenggara Timur. Namun proses perjalanan waktu menyadarkan saya bahwa ini adalah sebuah perjuangan untuk beradaptasi.

Saya menyadari bahwa ternyata persaudaraan dan toleransi menjadi kekuatan yang membimbing saya untuk berdamai dengan sang waktu panjang selama di Nusa Tenggara Timur. Kesan saya daerah ini boleh beriklim keras tapi itu bukan gambaran bahwa daerah ini menolak pikiran maju dan jiwa-jiwa inovatif untuk berkembang dalam membangun kemitraan di segala segi kehidupan di Nusa Tenggara Timur.

Lebih kurang 29 tahun yang lalu saya menjadi saksi dalam proses pencapaian hasil pendidikan di Nusa Tenggara Timur. Saya menyaksikan dan mengalami proses pengajaran yang dilakukan di Nusa Tenggara Timur yang dalam tanda kutip dianggap keras, namun disisi lain itu adalah proses penempaan jiwa yang kokoh dalam memperjuangkan hal-hal yang layak untuk dicapai dengan target yang maksimal.

Saya ambil satu contoh. Dulu untuk untuk lulus salah satu mata kuliah penting pada salah satu jurusan di Universitas Nusa Cendana Kupang, sesuai pengalaman saya pribadi, harus dengan syarat mampu memahami sekian banyak literatur yang direkomendasikan oleh sang dosen, bahkan tidak hanya dipahami, saya pun dituntut untuk menghafal dari warna sampul sampai jumlah halaman di tiap literatur plus harus dikuasai apa inti dari materi di tiap-tiap halaman dalam literartur tersebut.

Hal ini menurut saya adalah proses yang sangat berat dilewati, tapi jika kita mampu melakukannya maka dipastikan bahwa kita telah menerapkan disiplin dalam mengelola waktu-waktu kita dan pastinya hasil tidak menghianati proses. Apa yang kita tuai itu pasti berdasarkan pada apa-apa yang sudah kita ikhtiarkan.
Saudara-saudara hebatku yang sekarang sedang giat membangun Nusa Tenggara Timur terutama di bidang Pendidikan, teruslah mengepakkan sayapnya untuk membuktikan bahwa Nusa Tenggara Timur layak berkembang dalam dunia universal dan membuktikan diri mampu membawa sejarah bangkitnya tanah karang dengan Sumber daya Manusia yang handal tidak hanya di Nusa Tenggara Timur sendiri tetapi juga mampu membuktikan khasanah diri masyarakat Nusa Tenggara Timur dimanapun dia Berada.

Gambaran terkini, saya menjadi saksi derap langkah para pemuda Nusa Tenggara Timur yang menimba Ilmu di hampir seluruh Wilayah yang ada di Nusantara ini, terutama yang menimba ilmu di Pulau Jawa. Hampir di tiap jurusan dan program studi saya menjumpai para pencari ilmu dari Nusa Tenggara Timur.

Pemandangan ini tentu saja bisa menjadi tolak ukur begitu pesatnya laju perkembangan dunia pendidikan di Nusa Tenggara Timur, yang saya sebut bahwa Nusa Tenggara Timur memiliki gudang pejuang handal yang kelak akan membawa perubahan besar dalam perkembangan daerah Nusa Tenggara Timur disegala bidang.

Selain proses pendidikan yang mengandung penerapan tingkat kedisiplinan yang tinggi di Nusa Tenggara Timur, juga sangat terkenal dengan penerapan sistem berkeadilan. Ini gambaran lain yang juga saya pastikan telah mewarnai dunia pendidikan di Nusa Tenggara Timur. Saya membuktikan keadaan ini dengan sebutan adilnya dunia pendidikan di Nusa Tenggara Timur disebabkan oleh tingkat kelulusan di setiap jenjang pendidikan, benar-benar murni berdasarkan pada pencapaian peserta didik sendiri. Sehingga tidak jarang ada cerita bahwa di sebuah sekolah ditemukan tingkat kelulusannya nol persen.

Hal ini saya pastikan tidak ada di daerah lain. Hanya Nusa Tenggara Timur lah yang berani tampil dengan fakta seperti ini. Sementara di daerah lain para pemimpin berlomba untuk mengupload ke dunia maya bahwa tingkat kelulusan di daerahnya bahkan mencapai titik 100%. Secara sosiologis Ini perang status yang tidak berkeadilan, dimana fakta ditutupi dengan makna bermain menutupi fakta itu sendiri, dan yakinlah bahwa pada akhirnya mutu pendidikan di daerah tersebut lama kelamaan akan tenggelam bersama status hebat yang dininabobokan olah para penguasa. Inlah yang penulis maksudkan dengan Nusa Tenggara Timur itu hebat, masyarakatnya pun luar biasa hebatnya, mampu menerima fakta yang sebenarnya tanpa rekayasa, meskipun hasilnya jauh dari harapan.

Dewasa ini dunia pendidikan secara universal sangat membutuhkan karakter dasar pendidikan itu sendiri, yang pada uraian-uraian diatas penulis secara tidak langsung mengungkapkan bahwa Nusa Tenggara Timur memiliki ladang Karakter tangguh. Dengan daerah yang keras mampu menciptakan jiwa pejuang masyarakat yang Religius, Disiplin dan Berkeadilan.

Oleh karenanya Para Kahmi dan Forhati Nusa Tenggara Timur patut berbangga atas penghargaan yang luar biasa, baik dari pemerintah daerah Nusa Tenggara Timur maupun dari para Alumni HMI di daerah manapun, sangat menghargai warna persaudaraan di Nusa Tenggara Timur. Kebersamaan yang indah dalam tubuh Organisasi apapun di Nusa Tenggara Timur sungguh merupakan cerminan terbaik sebuah bangsa yang mampu hidup berdampingan dengan Titel toleransi.

Saya bangga sebagai orang yang pernah mengikuti pendidikan S1 di Undana Kupang, Nilai karakter yang kuat itupun mampu menempa saya secara pribadi dan mengantarkan pada era pencapaian hasil yang maksimal sesuai kemampuan yang ada dengan dasar tadi, bahwa segala Upaya dan Ikhtiar kita akan bernilai baik jika kita lakukan dengan susngguh-sungguh.

Harapan saya melalui tulisan ini, para pejuang pendidikan di Nusa Tenggara Timur, tetaplah memegang teguh nilai-nilai karakter khas Nusa tenggara Timur karena boleh jadi ini adalah nilai unggul yang akan membawa Nusa tenggara timur lebih maju derai daerah-daerah lain di Tanah Air Tercinta ini. Semoga Bermanfaat Tetap semangat Para Kahmi dan Forhati NTT, DIRGAHAYU KAHMI… YAKIN USAHA SAMPAI….(***)

Advertisements

Advertisements

Advertisements