Oknum Warga Kotabes Yang Keroyok Tamu di Pesta Pernikahan Bakal Ditangkap

Advertisements

Kapolres Kupang AKBP FX Irwan Arianto
Kapolres Kupang AKBP FX Irwan Arianto, S.IK, MH

KUPANG, HALAMANSEMBILAN.COM – Kapolres Kupang AKBP FX.Irwan Arianto, S.IK, M.H berjanji akan menangkap oknum warga Kotabes yang mengeroyok tamu dalam pesta pernikahan di Desa Kotabes.

Penegasan ini disampaikan Kapolres Kupang saat menggelar jumpa pers dengan para wartawan, Senin (4/7/2022) di ruang kerjanya.

“Saya janji akan usut tuntas kasus pengeroyokan terhadap para tamu di tempat pesta di rumah Eliaser Labeul, di Desa Kotabes. Saya tidak pilih bulu, tidak pandang suku, agama dan ras. Kalau terbukti bersalah, saya tangkap,” tandas AKBP Irwan Arianto.

Komitmen ini disampaikan menjawab keraguan banyak pihak bahwa Polres Kupang tebang pilih dalam memproses kasus pengeroyokan antara dua kelompok pemuda di Kotabes, Amarasi, yang terjadi 29 Juni 2022 lalu.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 26 pemuda ditangkap polisi dan digelandang ke Markas Polres Kupang di Babau, Rabu (29/6/2022) siang.

Mereka ditangkap karena mengeroyok tiga pemuda di Desa Kotabes, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, Rabu (28/6/2022) malam. Bahkan gerombolan pemuda ini menyandera salah satu pemuda setempat.

Dari tangan gerombolan pemuda ini, polisi menyita barang bukti senjata tajam, yaitu busur panah beserta anak panah sebanyak 28 batang, 9 bilah parang dan 3 buah katapel.

Akibat penganiayaan dan pengeroyokan tersebut, tiga korban menderita luka-luka serius akibat dibacok pakai parang.

Tiga korban yang menderita luka parah dan serius adalah Januardi Y. Rassi, Andika Loasana dan Andri Donald Rassi.

“Benar. Adanya kasus penganiayaan dan pengeroyokan di Kotabes oleh kelompok pemuda tertentu terhadap warga setempat,” jelas Kapolres Kupang, AKBP FX Irwan Arianto.

Kelompok pemuda berjumlah 26 orang itu, lanjut Kapolres Kupang, sudah ditangkap dan diamankan di Markas Polres Kupang, di Babau, Rabu (29/6/2022) siang.

Advertisements

“Mereka sudah diperiksa dan langsung ditahan. Mereka harus diproses hukum biar memberikan efek jera,” tandas Kapolres Kupang.

Polisi pun telah menetapkan 10 orang tersangka, 16 orang dipulangkan dan sisanya masih ditahan untuk diperiksa lebih intensif terkait kepemilikan senjata tajam. (k-1)

Editor: Ade

Advertisements