Nyambi Jadi Bandar Sabu-Sabu Pegawai Honorer Pemkot Kupang Ditangkap Polisi

Advertisements

Warga Kelurahan Airnona, Kecamatan Kotaraja, Kotamadya Kupang ini, ternyata berada dalam jaringan peredaran narkoba tiga kota segitiga emas, yaitu Surabaya, di Provinsi Jawa Timur, dan dua kota lainnya di Provinsi NTT, yaitu di Kota Kupang dan Kota Atambua, di perbatasan Timor Leste.

KUPANG, HALAMANSEMBILAN.COM – Ruben Ratu, pegawai honorer pada Kantor Dinas Perhubungan Kotamadya Kupang, dibekuk aparat penyidik Direktorat Resnarkoba Polda NTT, akhir bulan Oktober 2020 lalu.

Warga Kelurahan Airnona, Kecamatan Kotaraja, Kotamadya Kupang ini, ternyata berada dalam jaringan peredaran narkoba tiga kota segitiga emas, yaitu Surabaya, di Provinsi Jawa Timur, dan dua kota lainnya di Provinsi NTT, yaitu di Kota Kupang dan Kota Atambua, di perbatasan Timor Leste.

Selain menangkap Ruben, lima orang lainnya yang berhubungan bisnis haram dengannya turut dibekuk polisi.

Lima orang itu adalah Agustinus Viktor Manek alias Kimer, kontraktor yang tinggal di Jalan DC Saudale Kelurahan Beirafu, Kecamatan Atambua Barat. Berikutnya Yustus Kiki Jap alias Anen yang merupakan pelaku bisnis online makanan dan warga Kelurahan Fatubenao, Kecamatan Kota Atambua.

Ruben mengaku menjual sabu-sabu kepada dua warga Kota Atambua tersebut.

“Dari tangan Kimer polisi amankan barang bukti satu buah bong, pipet kaca, HP samsung dan topi. Hasil tes urine Kimer positif karena dia menggunakan narkoba,” jelas Direktur Resnarkoba Polda NTT, Kombes Pol AF Indra Napitupulu, kepada wartawan di Kupang, Senin (3/11/2020).

Sedangkan dari tangan Anen, polisi amanlah barang bukti shabu seberat 0,2669 gram dan hasil tes urine pun positif. Termasuk bukti transfer uang Rp 3 juta kepada Ruben agar dikirimkan sabu-sabu ke Atambua.

“Ruben mengaku mendapatkan pasukan sabu-sabu dari Meivie Samuel Charles Radja alias Ebit, warga Jalan Asam Kelurahan Airnona, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang. Ebit berprofesi sebagai pelaku jual beli mobil bekas,” jelas Napitupulu.

Polisi lalu menangkap Ebit. Dari tangannya disita barang bukti sabu-sabu seberat 2,235 gram.

“Lalu Ebit mengaku dapat pasokan sabu dari
Garry Wilhelmy Baria, pengusaha rental mobil yang juga warga Jalan Frans Seda, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa lima. Dan Gardu Baria mengaku mendapat pasokan sabu-sabu dari bandar besar di Surabaya bernama Muhammad Madjid. Bandar dari Surabaya ini juga sudah ditangkap,” papar Napitupulu.

Enam orang itu sudah ditahan untuk menjalani pemeriksaan di Polda NTT. (k-1)

Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements

Advertisements