MENYEDIHKAN – Remas Payudara Istri Orang, Anggota Fraksi Partai Nasdem DPRD TTS Cuma Divonis 8 Bulan Penjara

Advertisements

“Ini menandakan jaksa dan hakim tidak memiliki nurani untuk menyelamatkan harkat dan martabat wanita. Dan vonis itu tidak ada efek jera apapun. Ini tidak adil dan sangat menyedihkan,” demikian komentar Ima MPS Saragih, SH, Ketua Forum Merawat Moralitas Bangsa, Minggu (12/9/2021) pagi.

ilustrasi

KUPANG, HALAMANSEMBILAN.COM – Majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) SoE cuma memvonis 8 bulan penjara bagi Jean Neonufa, anggota Fraksi Partai Nasdem DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (9/9/2021).

Jean Neonufa dianggap terbukti secara sah telah melakukan pelecehan seksual dengan meremas payudara seorang ibu rumah tangga berinisial Ny. DS.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) cuma menuntut 10 bulan hukuman penjara. Padahal penyidik Polres TTS menjerat Jean Neonufa dengan Pasal 289 KUHP subsider Pasal 281 Ayat 1 KUHP dengan ancaman penjara 9 tahun.

Tuntutan dan vonis hukum yang sangat rendah ini memantik protes dan kritik keras dari berbagai pihak, termasuk protes dari keluarga korban.

“Ini menandakan jaksa dan hakim tidak memiliki nurani untuk menyelamatkan harkat dan martabat wanita. Dan vonis itu tidak ada efek jera apapun. Ini tidak adil dan sangat menyedihkan,” demikian komentar Ima MPS Saragih, SH, Ketua Forum Merawat Moralitas Bangsa, Minggu (12/9/2021) pagi.

Ia menyarankan keluarga korban untuk melakukan upaya hukum lain. Boleh juga mengadukan jaksa dan hakim ke lembaga yang berkompeten jika ada indikasi yang mencurigakan.

“Lapor saja ke jaksa pengawas atau ke Komisi Kejaksaan di Kejagung RI di Jakarta. Sedangkan hakimnya dilaporkan ke Komisi Judisial,” tambah Saragih.

Sementara itu Ketua DPD Partai Nasdem Provinsi NTT, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt, yang dimintai tanggapan, mengatakan organisasi sudah menyiapkan sanksi keras untuk Jean Neonufa.

BACA JUGA:  Di BAP Le Ray Bantah, Tapi Saat Rekonstruksi Mengaku Tikam 'Perkakas' BWA

“Namun saya dengar putusan pengadilan belum inkrach. Sebab keluarga korban akan melakukan upaya hukum lainnya. Jadi saya tunggu, proses akhirnya, baru ada sanksi dari partai,” jelas Fernandes, saat dihubungi via WhatsApp-nya.

Sebelumnya diberitakan, Jean Neonufa melakukan pelecehan seksual kepada seorang ibu rumah tangga berinisial Ny. DS, bulan Mei 2021 lalu. Ia meremas payudara korban saat bertamu ke rumah korban.

Kasus ini kemudian dilaporkan Ny. DS bersama suaminya kepada Polres TTS. Lalu Jean Neonufa dijebloskan ke sel Mapolres TTS untuk diproses hukum. (k-1)

Editor: Ade

Advertisements

Advertisements