Laiskodat: Tanam Jagung Pakai Irigasi Sistem Tetes di TTU Bakal Jadi Model di NTT

Advertisements

Irigasi Sistem Tetes Akan Dikembangkan Secara Masiv di Lahan Kering di NTT Untuk Peningkatan Produksi Jagung 

Gubernur NTT, Victor B. Laiskodat sedang melakukan penanaman simbolis pada lahan jagung milik petani di Kabupaten TTU, Senin (10/9/2018). Lahan ini menggunakan irigasi sistem tetes.

KEFAMENANU, HALAMANSEMBILAN.COM – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Victor B. Laiskodat, menegaskan pengembangan lahan jagung dengan menggunakan irigasi sistem tetes di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) akan menjadi model peningkatan produksi jagung di NTT.

“Lahan kering hanya bisa diolah dengan irigasi sistem tetes. Ini untuk mengantisipasi musim kering dan minimnya sumber air. Ketika sawah kering dan tidak bisa diolah, maka bisa ditanam jagung dengan menggunakan irigasi sistem tetes. Contoh yang sudah dibuat di Kabupaten TTU, akan dikembangka pula di kabupaten lainnya di NTT,” jelas Laiskodat kepada para wartawan, Senin (10/9/2018).

Laiskodat tidak bisa menyembunyikan rasa gembiranya atas keberhasilan petani jagung di Kabupaten TTU yang bisa menanam dan memanfaatkan lahan meski didera musim kering dan minimnya sumber air.

“Irigasi sistem tetes ini adalah solusi bagi petani dalam mengembangkan produksi jagung di lahan kering di musim kemarau panjang. Ini terobosan baru yang harus dikembangkan dan ditiru di kabupaten lain di NTT,” tukas Laiskodat senang.

Secara khusus Laiskodat memuji Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt, yang telah menjadi motivator bagi petani jagung di TTU. Sebab berhasil mengembangkan luas tanam jagung dan meningkatkan produksi jagung tanpa menggunakan dana dari APBD II.

Irigasi sistem tetes ini adalah solusi bagi petani dalam mengembangkan produksi jagung di lahan kering di musim kemarau panjang. Ini terobosan baru yang harus dikembangkan dan ditiru di kabupaten lain di NTT

Gubernur Laiskodat hadir di TTU untuk melakukan penanaman simbolis di lahan jagung milik petani di Desa Bijeli dan Desa Nifuboke di Kecamatan Noemuti. Hadir pula ribuah warga dan para petani jagung di sana. (*)

Laporan: Desiana Taolin
Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements