Lagi Asyik Kencing di Ladang, Kemaluan Yanto Anin Disambar Petir

Advertisements

“Kami berbaring di tanah pakai alas daun. Lalu adik Yanto merasa ingin kencing. Dia bangun lalu bergeser ke arah timur sekitar 10 meter. Ia berdiri sambil kencing di sana. Tiba-tiba petir menyambar tubuhnya dan jatuh tidak bangun lagi,” kisah Vitalis via telepon genggamnya.

Ilustrasi

KEFAMENANU, HALAMANSEMBILAN.COM – Doni Yanto Anin (18), tewas mengenaskan akibat disambar petir, Selasa (1/12/2020) siang. Petir membakar hangus kemaluan, perut kanan, kaki dan bahu.

Warga Kiusnasa, RT 11, RW 02, Desa Humusu Wini, Kecamatan Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi NTT ini disambar petir saat sedang membantu tetangganya, Vitalis Yustinus Seran, membersihkan ladang.

Vitalis Seran, saksi mata sekaligus pemilik ladang, menjelaskan usai membersihkan ladang, mereka makan siang. Lalu beristirahat sejenak lantaran mengantuk. Apalagi cuaca pas sejuk karena sedang mendung dan hampir turun hujan. Waktu menunjukkan sekitar pukul 14.30 Wita.

“Kami berbaring di tanah pakai alas daun. Lalu adik Yanto merasa ingin kencing. Dia bangun lalu bergeser ke arah timur sekitar 10 meter. Ia berdiri sambil kencing di sana. Tiba-tiba petir menyambar tubuhnya dan jatuh tidak bangun lagi,” kisah Vitalis via telepon genggamnya.

Vitalis berteriak meminta tolong. Lalu beberapa warga datang membantu membawa korban ke Puskesmas Wini untuk diberi pertolongan. Namun nyawa Yanto tidak tertolong. Petugas medis menegaskan korban sudah tewas sebelum dibawa ke Puskesmas.

“Iya benar. Ada laporan orang tersambar petir. Tewas di tempat. Sudah dibawa ke Puskesmas untuk visum. Dan jenazah sudah diambil keluarganya. Keluarga korban tidak mempersoalkan, peristiwa itu dianggap musibah,” jelas Kapolres TTU, AKBP AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas via telepon genggamnya.

Tiga Warga Kabupaten Kupang Tewas Disambar Petir

Sementara itu 7 warga Kabupaten Kupang, disambar petir, saat hujan mengguyur Selasa (1/12/2020) siang. Tiga orang langsung tewas di tempat. Sisanya 4 orang selamat dan kini sedang dirawat di RSUD SK Lerik Kota Kupang.

Tujuh orang korban itu adalah Dusun Sainenu, Desa Bokong, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang.

“Laporan yang masuk katanya mereka disambar petir usai kerja bersihkan saluran air. Karena hujan, mereka berteduh di pondok. Lalu disambar petir,” jelas Kapolsek Kupang Tengah, Ipda Elpidus Kono Feka, S.Sos via telepon genggamnya.

Tiga warga yang tewas itu, rinci Ipda Feka, yaitu Matias Morreira (35), warga Desa Manusak Kecamatan Kupang Timur, Edemundo DC Da Concecao (20) warga Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto dan Herman da Concecao (18) warga Desa Raknamo.

Sedangkan empat orang yang masih dirawat di rumah sakit yakni Carlos Soares (59), Antoni Marqez (40), Antonio da Conceicao (24) dan Manuel Soares (22). (k-1/jude)

Editor: Jude Lorenzo Taolin

Advertisements

Advertisements

Advertisements