Kunjungi Pulau Rinca, Presiden Jokowi dan Ny. Iriana Bilang Luar Biasa Indah

Advertisements

“Ini luar biasa indah. Binatang Komodo ini cuma ada di sini. Tidak ada di manapun di dunia ini. Ini ada di habitat aslinya. Harus dijaga, dilestarikan. Jangan disia-siakan,” puji Jokowi ketika tiba di Pulau Rinca bersama Ibu Negara, Ny. Iriana dan para pejabat lainnya, Kamis (11/7/2019) pagi.

Presiden Jokowi dan Ibu Negara, Ny. Iriana Jokowi tiba di Dermaga Pulau Rinca, Kamis (11/7/2019) pagi

LABUAN BAJO, HALAMANSEMBILAN.COM – Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara, Ny. Iriana Widodo sangat kagum ketika mengunjungi Pulau Rinca, salah satu pulau yang berada dalam Kawasan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat – Flores, NTT, Kamis (11/7/2019) pagi.

“Ini luar biasa indah. Binatang Komodo ini cuma ada di sini. Tidak ada di manapun di dunia ini. Ini ada di habitat aslinya. Harus dijaga, dilestarikan. Jangan disia-siakan,” puji Jokowi ketika tiba di Pulau Rinca bersama Ibu Negara, Ny. Iriana dan para pejabat lainnya, Kamis (11/7/2019) pagi.

Presiden Jokowi dan rombongan berangkat dari Pantai Waecicu dengan menggunakan kapal cepat dan tiba di dermaga Pulau Rinca 50 menit kemudian. Presiden disambut Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Lukita Awang.

BACA JUGA: Presiden Jokowi Kunjungan Kerja ke Labuan Bajo

BACA JUGA: Joko Widodo: Saya Bangun Puncak Waringin Jadi Pusat Industri Pariwisata Termegah

Usai berkeliling dan melihat dari dekat kehidupan binatang Komodo di habitat aslinya, Presiden Jokowi mengatakan kepada para wartawan akan membangun dan melengkapi fasilitas di Pulau Rinca. Terutama persediaan air bersih.

“Kita ini ingin melihat secara makronya untuk kawasan Labuan Bajo dan sekitarnya. Artinya, Labuan Bajo ada Pulau Komodo, ada Pulau Rinca, kemudian ada lautnya sehingga pembenahan kawasan pembangunan fasilitas-fasilitas pendukung itu (harus) terintegrasi semuanya,” jelas Jokowi kepada para wartawan.

Ibu Negara, Ny. Iriana Widodo, menyaksikan dari dekat kehidupan Komodo di habitat aslinya di Pulau Rinca, Flores

Ditegaskan dalam waktu dekat akan digelar rapat terbatas dengan kementerian terkait untuk membuat sebuah grand design guna merancang sebuah konsep industri pariwisata yang integral, sehingga bisa dikembangkan di Taman Nasional Komodo.

“Sehingga grand design-nya itu betul-betul sambung antara Labuan Bajo, Rinca, Komodo, lautnya, semuanya terdesain dengan baik dan dikerjakan tidak parsial,” tukasnya.

Presiden Jokowi juga mendukung niat Pemprov NTT tentang prinsip konservasi dalam upaya memperhatikan daya dukung Taman Nasional Komodo sehingga tidak membahayakan lingkungan alam di sana. Diperlukan pemisahan yang jelas antara zona konservasi dan turisme di kawasan tersebut.

Kunjungan wisatawan di kawasan Taman Nasional Komodo tersebut akan menerapkan sistem kuota untuk menjaga keberlangsungan dan keseimbangan lingkungan setempat.

Usai berkeliling di Pulau Rinca, Presiden Jokowi berbicara di hadapan wartawan

“Saya tadi sudah sampaikan ke Kepala Balai untuk betul-betul dihitung daya dukungnya. Ini adalah kawasan konservasi sehingga nanti akan kita buat desain besar, rancangan besar, mana yang untuk turis, mana yang untuk konservasi, mana yang dikuota, mana yang tidak,” paparnya di hadapan wartawan.

Pemerintah, lanjut Jokowi, memberikan dukungan penuh atas pengembangan yang lebih terintegrasi di kawasan Taman Nasional Komodo yang memang ditargetkan bagi wisatawan premium itu. Sejumlah pembenahan fasilitas atau infrastruktur pendukung pariwisata di NTT sedang direncanakan pemerintah.

“Saya kira nanti urusan dermaga mau kita benahi. Urusan fasilitas-fasilitas kecil yang mendukung saya kira nanti semuanya (dibenahi). Itu yang saya sampaikan rancangan besar. Jadi tidak parsial. Termasuk kebutuhan air, itu semuanya tadi sudah kita bicarakan di situ,” tandasnya. (*/k-8)

Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements