Korupsi Dana Desa Rp 1,7 Miliar, Kades Naekake B Diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum

Advertisements

Berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh Inspektorat Daerah Kabupaten TTU dan Tim Penyidik Kejari TTU, kerugian keuangan Negara atas perkara korupsi Dana Desa Naekake B, mencapai Rp 1.700.000.000 (satu miliar tujuh ratus juta rupiah).

Kajari Kabupaten TTU, Robert Jimmy Lambila, SH MH

KEFAMENANU, HALAMANSEMBILAN.COM – Kejaksaan Negeri (Kejari)Timor Tengah Utara (TTU) telah merampungkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kasus tindak pidana korupsi Kepala Desa Naekake B, Herminegildus Tob dengan Bendahara Desa Naekake B, Melikheor Tob.

Dan BAP tersebut ditambah dua tersangka telah dilimpahkan tim penyidik ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk kemudian disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Kupang.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri TTU, Roberth Jimmy Lambila, SH, MH, saat dikonfirmasi, Senin (14/06/2021).

“Berkas perkara korupsi Dana Desa Naekake B dinyatakan rampung. Dan telah dilakukan penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik kepada Jaksa Penuntut Umum pada Kamis (10/06/2021) lalu,”, kata Roberth Lambila.

BACA BERITA TERKAIT: Dana Desa Dipakai Beli Mobil dan Berfoya-foya, Modusnya Kades dan Bendahara Buat Proyek Fiktif

Takut Diperiksa Jaksa, Kepala Desa dan Bendahara Naikake B Dijemput Paksa

Korupsi Dana Desa Rp 800 Juta, Kades dan Bendahara Naikake B Ditahan Jaksa

Murka Karena Dilaporkan ke Jaksa, Kades Naikake B Pimpin Preman Serang Rumah Warga: Kini Mengaku Jujur Tilep Dana Desa Sebesar Rp 1,025 Miliar

Menurutnya, pasca dilakukan penyidikan atas perkara korupsi tersebut berdasarkan surat perintah Penyidikan, tanggal 9 April 2021 maka dilakukan penetapan dua orang tersangka sebagaimana tercantum dalam surat penetapan tersangka tertanggal 13 April 2021, atas nama Herminigildus Tob selaku Kepada Desa Naekake B dan Milikheor Tob selaku Bendahara Desa.

Selanjutnya, kata Roberth, kedua tersangka yang diserahkan penyidik tersebut akan ditahan Jaksa Penuntut Umum (PU) selama 20 hari terhitung sejak 11 Juni 2021.

“Kedua tersangka disangkakan melanggar Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pasal 2 ayat 1, Pasal 3, Pasal 8, Pasal 12 huruf I undang-undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana yang diubah dalam undang-undang nomor 20 tahun 2021 junto pasal 55 ayat 1 KUHP.

Berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh Inspektorat Daerah Kabupaten TTU dan Tim Penyidik Kejari TTU, kerugian keuangan Negara atas perkara korupsi Dana Desa Naekake B, mencapai Rp 1.700.000.000 (satu miliar tujuh ratus juta rupiah).

Terkait perkara ini, tim Penyidik Kejaksaan Negeri TTU telah melakukan penyelamatan kerugian keuangan negara dengan menyita sejumlah harta kekayaan milik tersangka Kepala Desa Naekake B dan Bendahara Naekake B, yaitu 2 unit mobil truk, uang tunai sebesar Rp 300.000.000 (tiga ratus juta rupiah), dan harta benda lainnya.

Robert menjelaskan, pada tahun 2021 Kejari TTU telah melakukan penyelidikan terhadap 8 perkara. Dari 8 perkara ini, 3 perkara telah dilimpahkan terlebih dahulu ke Pengadilan Tipikor Kupang.

Tim Penyidik Kejari TTU dalam waktu dekat akan segera melimpahkan perkara korupsi Dana Desa Botof, Letneo Selatan dan Birunatun. (jude)

Editor: Jude Lorenzo Taolin

Advertisements

Advertisements

Advertisements