Ketua Araksi NTT Desak Polda NTT Tangkap Kembali Lima Tersangka Korupsi Bawang Merah

Advertisements

Ia mempertanyakan kendala yang dihadapi penyidik Polda NTT sehingga sudah tiga minggu lebih belum menyerahkan 5 tersangka lainnya. Padahal sebelumnya sudah 4 tersangka yang diserahkan ke Kejati NTT awal bulan Mei lalu.

Ketua Araksi NTT, Alfred Baun

KUPANG, HALAMANSEMBILAN.COM – Ketua Aliansi Rakyat Anti Korupsi (Araksi) Alfred Baun, mendesak Polda NTT untuk segera menangkap kembali 5 tersangka yang sebelumnya dilepas dalam kaitan dengan kasus korupsi Proyek Bawang Merah di Kabupaten Malaka.

Lima tersangka ini masuk dalam berkas kedua yang sudah dinyatakan lengkap (P-21) dan dijanjikan Polda NTT tiga pekan lalu, untuk diserahkan ke Kejati NTT guna disidangkan.

Sebelumnya, empat tersangka korupsi Proyek Bawang Merah sudah diserahkan Polda NTT ke Kejati NTT. Empat tersangka ini dipisahkan menjadi dua berkas.

Berkas pertama yang dinyatakan P-21 yakni berkas untuk tersangka Yoseph Klau Berek selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang juga merupakan Kepala Bidang (kabid) holtikultura pada Dinas Tanaman Pangan, Perkebunan dan Holtikultura Kabupaten Malaka.

Satu berkas lagi untuk tiga tersangka dari pihak swasta, yaitu yang terdiri dari tersangka Baharuddin Tony, Kuasa Direktur CV Timindo (Kontarktor pelaksana).

BACA BERITA TERKAIT: Berkas Korupsi Bawang Merah Sebesar Rp 4,9 Miliar Sudah Lengkap, Siap Disidangkan di Pengadilan Tipikor

Ditambah tersangka Simeon Benu selaku Direktur CV Timindo atau pemilik perusahaan dan tersangka Severinus Defrikandus Siribein selaku makelar.

Namun hingga akhir bulan Mei, tidak ada tanda-tanda bahwa lima tersangka lainnya akan diserahkan ke Kejati NTT. Lima tersangka ini sebelumnya sudah dilepas penyidik Polda NTT.

“Saya harap mereka ditangkap kembali,” tandas Alfred Baun.

Ia mempertanyakan kendala yang dihadapi penyidik Polda NTT sehingga sudah tiga minggu lebih belum menyerahkan 5 tersangka lainnya. Padahal sebelumnya sudah 4 tersangka yang diserahkan ke Kejati NTT awal bulan Mei lalu.

“Beratnya di apa? Apa masalahnya? Ada apa lagi,” tanya Alfred Baun dengan gaya khasnya yang ceplas-ceplos.

Lima tersangka yang belum diserahkan ke Kejati NTT, beber Alfred Baun, yaitu Ir. Yustinus Nahak, M.Si (Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malaka selaku Pengguna Anggaran), Egidius Prima Mapa Moda (Swasta/Makelar).

Berikutnya, Agustinus Klau Atok (ASN/ selaku Ketua Pokja ULP), Karolus Antonius Kerek (ASN/selaku Sekretaris Pokja ULP), Martinus Bere, SE., (ASN/Kabag ULP Kabupaten Malaka Tahun 2018).

Mereka dijerat penyidik Polda NTT dengan Pasal 2 Ayat (1), Pasal 3 dan atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat 1 Ke-1e KUH Pidana. (k-1/tim)

Editor: Ade

Advertisements

Advertisements

Advertisements