Kepsek Diduga ‘Makan’ Dana BOS, Guru Gelar Demo dan Dibalas Pemecatan

Advertisements

“Kami gelar demo karena beliau sangat otoriter, tidak adil dan sewenang-wenang. Selain itu pengelolaan uang tidak transparan dan diduga telah ‘makan’ (korupsi, Red) dana BOS,” jelas Petrus Mbana, Koordinator Guru Komite SMK Negeri 1 Ri’i kepada wartawan di Ruteng, Rabu (2/9/2020).

Kepsek SMK Negeri 1 Wae Ri’i, Ny. Yustin MD Romas

MANGGARAI, HALAMANSEMBILAN.COM – Ny. Yustin M.D. Romas, Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Wae Ri’i, di Manggarai, memecat 15 guru honor komite akhir Agustus 2020 lalu. Romas kesal karena didemo oleh para guru setempat pertengahan Juli 2020 lalu.

“Kami gelar demo karena beliau sangat otoriter, tidak adil dan sewenang-wenang. Selain itu pengelolaan uang tidak transparan dan diduga telah ‘makan’ (korupsi, Red) dana BOS,” jelas Petrus Mbana, Koordinator Guru Komite SMK Negeri 1 Ri’i kepada wartawan di Ruteng, Rabu (2/9/2020).

Tentang dugaan pengelolaan keuangan tidak transparan dan disinyalir ada bau korupsi, Mbana menjelaskan ia dan para guru telah mengadukan Kepsek Yustin Romas ke Polres Manggarai, Senin (31/8/2020).

“Sekarang banyak guru melakukan aksi mogok tidak mengajar menurut metode daring. Kegiatan belajar mengajar via daring dihentikan sampai masalah ini bisa diselesaikan meski banyak murid jadi korban karena tidak bisa belajar,” jelas Mbana.

Kepsek SMK Negeri 1 Wae Ri’i, Yustin Romas, menolak meladeni upaya konfirmasi dari wartawan.

“Khan saya sudah dilaporkan ke polisi. Jadi biarkan saya menjelaskan kepada polisi saja. Mungkin setelah dari polisi baru saya bicara,” demikian alasan Ny. Yustin Romas via telepon genggamnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Linus Lusi, yang dimintai tanggapannya, mengatakan pihaknya belum bisa mengambil keputusan dan mencari solusi yang pas.

“Sebab kami baru saja mendapatkan laporan. Kasus ini harus dipelajari, dan didengarkan dari dua pihak yang bertikai. Sehingga keputusan dan penetapan solusi sesuai dengan fakta yang ada. Beri kami kesempatan untuk mempelajarinya dulu,” pinta Linus Lusi singkat. (k-8)

Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements

Advertisements