Kepsek dan Keluarganya Keroyok Rekan Guru Sampai Babak Belur Gara-Gara Ungkit Dana BOS

Advertisements

Kepsek keroyok rekan guru hingga babak belur
Screenshot (layar tangkap) video aksi pengeroyokan kepala sekolah dan keluarganya terhadap seorang guru di SDN Oelbeba viral di medsos.

KUPANG, HALAMANSEMBILAN.COM – Alexander Nitti, Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri Oelbeba di Desa Oebola, Kecamatan Fatuleu, Provinsi NTT, menjalani pemeriksaan intensif di Markas Polres Kupang.

Ia diperiksa polisi mengeroyok rekan gurunya, Anselmus Nalle, hingga babak belur.

Saat menganiaya korban, kepala sekolah dibantu istri, anak perempuan, kerabat dan beberapa orang guru setempat.

Motifnya, sang kepala sekolah tersinggung berat karena korban mempersoalkan dana BOS.

Nalle sudah melaporkan ke polisi dengan bukti laporan polisi Nomor: LP/B/ 135/V/2022 tertanggal 31 Mei 2022.

BACA JUGA: BREAKING NEWS – Polisi Tangkap dan Tahan Kepsek SD Negeri Oelbeba Gara-Gara Keroyok Rekan Guru

Video aksi pengeroyokan itu menjadi viral di media sosial.

“Iya, sudah ada laporan pengaduan. Korban sudah kami periksa, termasuk sejumlah saksi. Kepala sekolah dan beberapa orang yang juga ikut mengeroyok sudah dipanggil untuk diperiksa. Barang bukti video pengeroyokan sudah disita,” jelas Kapolres Kupang, AKBP FX Irwan Arianto, Kamis (9/6/2022).

Kronologi

Kepada wartawan Kapolres Kupang AKBP FX Irwan Arianto menjelaskan pengeroyokan dilakukan di tiga tempat terpisah, yaitu di ruang guru, lapangan sekolah, ruangan perpustakaan dan di depan teras SD Negeri Oelbeba.

Awalnya, korban dan rekan guru serta pegawai tata usaha mengikuti rapat bersama membahas soal evaluasi ujian sekolah dan persiapan penilaian akhir semester.

Korban bertanya, kenapa sepanjang rapat dan rapat lainnya di sekolah itu, tidak ada snack (kue dan minuman, Red). Bukankah sudah dianggarkan dalam dana BOS. Kemana saja dana itu? Korban minta penjelasan dana itu.

Karena tersinggung ditanya soal dana itu, kepala sekolah tersinggung. Ia lalu memaki korban. Karena dimaki, korban membanting meja. Lalu kepsek pun memukul korban.

Anak korban yang kebetulan menjadi guru honor di sekolah itu, ikut mengeroyok dibantu beberapa guru.

Istri kepsek yang mengetahui adanya keributan di sekolah, datang bersama kerabatnya. Salah satunya adalah mantan murid korban sendiri. Lalu mengeroyok korban di ruang rapat, teras sekolah, dan lapangan sekolah.

Korban melarikan diri namun dikejar dan dibawa lagi ke dalam ruang perpustakaan kemudian dianiaya beramai-ramai.

Tidak tahan dianiaya dan dikeroyok, korban mendobrak pintu lalu melompati pagar sekolah kemudian berlari meminta perlindungan di Kantor Desa Oebola.

Perangkat desa melapor aparat kepolisian setempat lalu datang mengevakuasi dan menyelamatkan korban.

“Para pelaku diduga kuat telah secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang sebagaimana diatur dalam Pasal 170 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman hukuman selama-lamanya 5 tahun penjara,” jelas Kapolres Kupang.

Advertisements

Menyikapi kasus tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadis Dikbud) Kabupaten Kupang, Imanuel Buan, menarik korban untuk bertugas sementara sebagai staf di Kantor Dinas Dikbud Kabupaten Kupang.

“Sekaligus saya perintahkan staf untuk membentuk tim investigasi kasus ini dan memerintahkan audit internal penggunaan dana BOS di sekolah tersebut. Sedangkan proses hukum silahkan berlanjut,” tandas Buan. (k-1)

Editor: Ade

Advertisements