Kapolres dan Dandim TTU Bilang: Pameran Harus Dibatalkan

Advertisements

“Tidak ada jaminan dan kami tidak akan bertanggungjawab. Lagi pula tidak ada izin keramaian,” tandas Kapolres TTU AKBP. Nelson Filipe Diaz Quintas, SIK via WhatsApp, ketika ditanyakan wartawan di Kefamenanu, Jumat (11/9/2020).

Kapolres TTU AKBP. Nelson Filipe Diaz Quintas, SIK

KEFAMENANU, HALAMANSEMBILAN.COM – Kapolres TTU AKBP. Nelson Filipe Diaz Quintas, SIK dan Dandim 1618/TTU, Letkol Arm. Roni Junaidi menegaskan pihaknya tidak setuju jika Pemkab TTU bersikeras menggelar pameran pembangunan, pasar rakyat dan pacuan kuda di Kefamenanu.

“Tidak ada jaminan dan kami tidak akan bertanggungjawab. Lagi pula tidak ada izin keramaian,” tandas Kapolres TTU AKBP. Nelson Filipe Diaz Quintas, SIK via WhatsApp, ketika ditanyakan wartawan di Kefamenanu, Jumat (11/9/2020).

Menurutnya kegiatan yang mengumpulkan massa di era Pandemi Covid-19 sangat beresiko bagi keselamatan banyak orang. Karena itu pameran, pasar rakyat dan pacuan kuda harus dihentikan dan dibatalkan.

Ditanya soal rencana penerapan protap kesehatan di arena pameran, AKBP Nelson menegaskan itu bukan jaminan dan tetap saja beresiko besar.

“Jangan sampai jumlah petugas dan fasilitas rumah sakit sangat sedikit dan tidak seimbang dengan jumlah massa yang membanjiri arena pameran. Kewalahan nanti. Repot nanti,” tukasnya mengingatkan.

Sementara Dandim 1618/TTU, Letkol Arm. Roni Junaidi telah menerbitkan surat resmi kepada Bupati TTU dengan nomor: B/603/IX/2020 tertanggal 11 September 2020.tentang permohonan pembatalan kegiatan pameran.

“Sebab kegiatan pameran mengundang kerumunan banyak orang dan mengumpulkan massa yang berpotensi terjadinya penyebaran virus Covid-19 yang sangat berbahaya,” demikian alasan Dandim TTU dalam suratnya.

Pantauan wartawan di Kefamenanu, puluhan stand pameran sudah dibangun instansi, kantor, badan di lingkup Pemkab TTU serta pihak swasta di Lapangan Oemanu, di depan Kantor Bupati TTU.

Sebelumnya diberitakan, Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Raymundus Sau Fernandes, S.Pt, meminta waktu untuk melakukan koordinasi dan evaluasi ulang bersama panitia pelaksana atas rencana menggelar Pameran Pembangunan dan Pasar Rakyat dalam rangka HUT Kota Kefamenanu Ke-98.

Permintaan Bupati TTU itu disampaikan ketika digelar audensi antara Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) Kabupaten TTU dengan Pemkab TTU di Kantor Bupati setempat, Jumat (11/9/2020).

Sehari sebelumnya FKUB telah mengirim surat protes dan teguran atas rencana kegiatan sosial kemasyarakatan dan kepemerintahan yang digelar Pemkab TTU, seperti Pameran Pembangunan, Pasar Rakyat, Pacuan Kuda serta aneka lomba dan pertandingan olahraga antar instansi serta sekolah yang melibatkan para murid serta guru. Menurut FKUB Kabupaten TTU, hal itu bisa menciptakan clutser baru penyebaran Covid-19. (jude)

Editor: Jude Lorenzo Taolin

Advertisements

Advertisements

Advertisements