Kajati NTT: Ada Perbuatan Melawan Hukum dalam Korupsi Pembelian MTN di Bank NTT

Advertisements

Bank NTT
Bank NTT Pusat di Jalan WJ Lalamentik, Kelurahan Oebufu, Kota Kupang-NTT

KUPANG, HALAMANSEMBILAN.COM – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, Hutama Wisnu, SH, MH, menegaskan ada unsur perbuatan melawan hukum dalam kasus dugaan korupsi pembelian Medium Term Note (MTN) senilai Rp 50 miliar di Bank NTT.

“Kejati NTT serius tangani kasus dugaan korupsi pembelian Medium Term Note (MTN) senilai Rp 50 miliar di Bank NTT,” tandas Kajati NTT, Hutama Wisnu, SH, MH, melalui Kasi Humas dan Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim, SH, Jumat (17/6/2022).

Sebab, lanjut Abdul Hakim, pihaknya menemukan unsur perbuatan melawan hukum dalam kasus korupsi pembelian MTN senilai Rp 50 miliar.

“Jadi klaim penasihat hukum Bank NTT bahwa itu resiko bisnis, terlalu mengada-ada. Nanti kita buktikan bahwa klaim itu tidak berdasar,” tandas Abdul Hakim.

Penyidik Polda NTT, lanjut Abdul Hakim, telah menemukan kerugian negara yang ditimbulkan dari kasus pembelian MTN senilai Rp 50 miliar tersebut.

BACA JUGA: Bank NTT Klaim Gagal Bayar MTN Rp 50 Miliar Adalah Resiko Bisnis
OPINI – Kerugian Akibat Pembelian MTN Rp 50 Milyar Bank NTT adalah Kecurangan, Bukan Resiko Bisnis

“Kerugian negara itu sedang dihitung ulang oleh yang lebih ahli. Setelah bukti berupa data terbaru tentang kerugian negara itu diperoleh, pastinya akan segera diekspos dan segera penetapan para tersangka,” tandas Abdul Hakim.

Mengenai SOP yang dikatakan telah sesuai ketentuan atau aturan yang berlaku, ia menegaskan bahwa Bank NTT harus membuktikan hal itu.

Sebab menurut Abdul Hakim, sesuai hasil penyelidikan tim penyidik Tipidsus Kejati NTT, ditemukan bahwa tidak sesuai SOP. Hal itu dikarenakan tidak diketahui oleh pejabat yang berwenang dalam proses pembelian MTN senilai Rp 50 miliar oleh Bank NTT.

“Jika benar Bank NTT untung Rp 1 triliun dari pembelian MTN? Pembeliannya kapan dan tahun berapa. Dan, jika mungkin sudah sesuai SOP maka harus dibuktikan soal SOP-nya oleh Bank NTT,” tegas Abdul Hakim.

Advertisements

Sebelumnya, Kuasa Hukum Bank NTT, Apolos Djara Bonga, mengatakan pembelian MTN PT SNP senilai Rp 50 miliar telah dilakukan sesuai prosedur dan metode, serta telah dilakukan uji tuntas (Due Dilligence).

“Pembelian MTN atau surat berharga senilai Rp 50 miliar telah dilakukan secara benar dan serius dan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP),” katanya. (k-1)

Editor: Ade

Advertisements