Kajari Robert J Lambila: Jika Ada Anak Buah Saya Ngemis Proyek, Saya Akan Sikat Habis

Advertisements

“Saya pastikan tidak akan terjadi di Kejari TTU. Jika ada anak buah saya yang ngemis proyek ke kantor-kantor dinas, pasti saya sikat habis,” tandas Robert kepada sejumlah media di Kefamenanu, Jumat (26/2/2021).
Kajari TTU Robert J Lambila SH MH bersama istrinya

KEFAMENANU, HALAMANSEMBILAN.COM – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Robert Jimmy Lambila SH MH, memastikan akan menindak tegas jika ada oknum jaksa dari Kejaksaan Negeri TTU mengemis minta proyek ke Pemda.

“Saya pastikan tidak akan terjadi di Kejari TTU. Jika ada anak buah saya yang ngemis proyek ke kantor-kantor dinas, pasti saya sikat habis,” tandas Robert kepada sejumlah media di Kefamenanu, Jumat (26/2/2021).

Hal itu disampaikannya demi menjaga marwah kejaksaan sesuai pesan Kajati NTT kepada dirinya, usai dilantik sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) TTU.

Mantan Koordinator Bidang Pidsus pada Kejati NTT ini menegaskan ia akan fokus meningkatkan kinerja penegakan hukum sehingga bisa memberikan rasa keadilan bagi masyarakat di TTU.

Tentang penanganan kasus korupsi, ia menegaskan tidak akan memandang bulu, siapa pun tersangka atau pelakunya.

Menurutnya tidak semua kasus korupsi harus melalui sidang pengadilan. Misalnya, jika kerugiannya cuma Rp 40-an juta sementara biaya operasional penyelidikan, penyidikan hingga sampai sidang penuntutan di pengadilan menelan biaya Rp 200 juta hingga 400 juta. Tentu tidak efektif dan efisien.

Jadi prinsipnya penanganan perkara korupsi itu harus menguntungkan keuangan negara. Bukan justru memakan banyak biaya dari negara. Itu tidak efektif dan efisien

“Karena itu pakai cara lain. Saya perintahkan pelakunya kembalikan uang korupsi itu atau menyelesaikan pekerjaan sampai tuntas. Jadi ada banyak cara memberi efek jera,” tandasnya.

Ia juga akan menggunakan cara preventif, jika Pemda TTU salah dalam menerapkan aturan dan melanggar tupoksi, pihaknya akan mengingatkan. Tapi jika tidak ditaati, maka pasti akan dilakukan penindakan hukum.

“Saya juga berharap semua stakeholder di TTU termasuk Kapolres dan Dandim TTU serta aktivis antikorupsi, pers, tokoh agama, tokoh adat dan semua komponen masyarakat membantu saya dalam penegakan hukum di daerah ini,” pintanya. (jude)

Editor: Jude Lorenzo Taolin

Advertisements

 

Advertisements

Advertisements